TARIAN DAERAH PESISIR BARAT
( TADAH SIRAT )
oleh : ﺍﻠﻳﺸﻬﺒﺂﻦ ﺻﻓﺭﺍ
TARI SALAPAN :
Tari ini merupakan tarian simbolis persukuan di Ranah Nata. Delapan umtai tali dengan 8 warna polos menyatakan bahwa di Ranah Nata dihuni oleh 8 etnis suku yaitu :
1.Aceh 2. Minang 3. Rao 4.Indopuro 5. Bengkulu 6. Palembang 7. Bugis 8. Kalimantan
Tari dibuka dengan lagu Sempaya ( Minang ), menjalin tali dengan lagu Kaparinyo (Rao) dan ditutup dengan lagu Kotobaru (Kalimantan). Tari Salapan ada di Sulawesi, Minang,Kalimantan, Bengkulu dan Palembang.
Kain delapan warna adalah pelambang ragam etnis di Ranah Nata yang terdiri dari 8 suku yaitu :
(1) Aceh
(2) Rao
(3) Bengkulu
(4) Indopuro
(5) Palembang
(6) Sulawesi
(7) Kalimantan dan
(8) Minang.
TARI INAI :
Tarian ini adalah tarian khusus untuk Marapulay yang ditarikan diatas sebatang kasur/tilam, dikelilingi oleh empat orang penari lainnya. Tarian ini melambangkan bahwa suami isteri menga wali percintaannya di atas ranjang, haruslah mempunyai nilai kasih sayang dan perlindungan yang lambangkan dari fungsi selendang yang mendukung dan fungsi payung yang melindungi.
TARI PIRIENG :
Tari Pirieng adalah tarian ketrampilan memainkan piring didalam telapak tangan dan meniti piring tanpa menjejakkan tumit didalam piring yang berjejer. Tari Pirieng diringi oleh lagu Debus yang berasal dari Tanah Rencong, sedangkan tarian ini berasal dari Ranah Minang.
Piring adalah pelambang wadah kasih sayang dan persatuan dan bejana utama dalam segala acara. Disamping itu diper gunakan dalam Tari Piring dan sebagai pengganti musik triagel dalam acara Badendang di Ranah Nata. Dalam hubu ngan suami isteri sebagai piring yang harus agar jangan retak, apalagi pecah.
Demikianlah Tarian Ranah Nata sebagai Tadah Sirat Ranah Nata yang termasuk dalam Seni Tradisional Dendang Asli ( SENTRA DELI ) RANAH NATA.
Tampilkan postingan dengan label TADAH SIRAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TADAH SIRAT. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Maret 2011
TARI BUNGKUY
TARIAN DAERAH PESISIR BARAT
( TADAH SIRAT )
Oleh : ﺻﻓﺭﺍ ﺍﻠﻳﺸﻬﺒﺂﻦ
TARI BUNGKUI :
Tari ini merupakan tarian pembukaan dalam acara Badendang yang diadakan pada malam awal Baralek dirumah pihak Marapuley dan malam sesudah Aqad Nikah dirumah Anakdaro.
Tarian melambang perjalanan Tendei Manendei atau Meminang terha dap seorang Gadih di Ranah Nata. Ada kalanya penari saling bertentangan,ada seiring sejalan,ada bergandengan yang melambang kan liku-liku pertemuan jodoh seorang Bujang dengan seorang Gadih.Tarian ini ada di Ranah Minang,Bengkulu dan Sulawesi (Bugis) yang bersifat perkenalan dan kegembiraan. Dendang dilagukan oleh orang lain ,sedangkan penari khusus menari saja.Bungkuy atau Saputangan adalah pelambang kenang-kenangan dalam percintaan dan sebagai alat pematas antara aurat perempuan dengan lelaki, sebab setiap pasangan penari bagaikan sepa sang muda mudi. Tapi adat melaksana kan, tarian dilaksanakan oleh kaum lelaki saja.
TARI BARAMPEK :
Tarian ini adalah pecahan dari tari delapan yaitu ditarikan oleh empat orang pena ri atau dua kelompok. Tarian ini berirama lagu Sempaya yang juga dipakai menjadi musik mengarak pengantin seperti Arak Pasumandan dan Arak Inei. Sekarang, tari ba rampek telah diselingi dengan lagu Balun-balun Bide, Tarian ini merupakan simbo lis kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki (Marapuley) dan pihak perempuan( Anak daro ) di Ranah Nata
TARI PAYUONG :
Tarian ini melambangkan kasih sayang suami isteri dimana satu orang memakai payung dan selendang sebagai lambang kasih sayang dan perlindungan, sedangkan seorang lagi hanya memakai selendang saja. Para penari langsung mendendangkan pantunnya dengan berbalas pantun atau pantun berantai dan oleh sebab itu dinamakan Dendang Pesisir Pantun Berantai ( Desir Pantai ).
Tarian ini ada di Kalimantan,Sulawesi,Bengkulu dan Palembang.
Pantunnya bersifat khiasan,sebab para gadis dalam pingitan.
Payung dan Selendang adalah pelam bang kasih sayang dan perlindungan. Payung, disamping sebagai payung Anakdaro dan Pasumandan ,juga seba gai Peragat Kesenian Daerah dalam Tari Payung dan Tari Salendang. Suami isteri harus merajut dan merawat kasih sayang dan sang suami harus melin dungi isterinya.
TARI SALENDANG ATAU UNGKO BABA :
Tari Salendang ada di pesisir Ranah Minang,Palembang,Bengkulu dan Pulau-pulau yang melambangkan kasih sayang yang berasal dari tarian China (Baba) yang dilagukan berirama sedih (sentimental).
Bersambung Tadah Sirat 02
( TADAH SIRAT )
Oleh : ﺻﻓﺭﺍ ﺍﻠﻳﺸﻬﺒﺂﻦ
TARI BUNGKUI :
Tari ini merupakan tarian pembukaan dalam acara Badendang yang diadakan pada malam awal Baralek dirumah pihak Marapuley dan malam sesudah Aqad Nikah dirumah Anakdaro.
Tarian melambang perjalanan Tendei Manendei atau Meminang terha dap seorang Gadih di Ranah Nata. Ada kalanya penari saling bertentangan,ada seiring sejalan,ada bergandengan yang melambang kan liku-liku pertemuan jodoh seorang Bujang dengan seorang Gadih.Tarian ini ada di Ranah Minang,Bengkulu dan Sulawesi (Bugis) yang bersifat perkenalan dan kegembiraan. Dendang dilagukan oleh orang lain ,sedangkan penari khusus menari saja.Bungkuy atau Saputangan adalah pelambang kenang-kenangan dalam percintaan dan sebagai alat pematas antara aurat perempuan dengan lelaki, sebab setiap pasangan penari bagaikan sepa sang muda mudi. Tapi adat melaksana kan, tarian dilaksanakan oleh kaum lelaki saja.
TARI BARAMPEK :
Tarian ini adalah pecahan dari tari delapan yaitu ditarikan oleh empat orang pena ri atau dua kelompok. Tarian ini berirama lagu Sempaya yang juga dipakai menjadi musik mengarak pengantin seperti Arak Pasumandan dan Arak Inei. Sekarang, tari ba rampek telah diselingi dengan lagu Balun-balun Bide, Tarian ini merupakan simbo lis kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki (Marapuley) dan pihak perempuan( Anak daro ) di Ranah Nata
TARI PAYUONG :
Tarian ini melambangkan kasih sayang suami isteri dimana satu orang memakai payung dan selendang sebagai lambang kasih sayang dan perlindungan, sedangkan seorang lagi hanya memakai selendang saja. Para penari langsung mendendangkan pantunnya dengan berbalas pantun atau pantun berantai dan oleh sebab itu dinamakan Dendang Pesisir Pantun Berantai ( Desir Pantai ).
Tarian ini ada di Kalimantan,Sulawesi,Bengkulu dan Palembang.
Pantunnya bersifat khiasan,sebab para gadis dalam pingitan.
Payung dan Selendang adalah pelam bang kasih sayang dan perlindungan. Payung, disamping sebagai payung Anakdaro dan Pasumandan ,juga seba gai Peragat Kesenian Daerah dalam Tari Payung dan Tari Salendang. Suami isteri harus merajut dan merawat kasih sayang dan sang suami harus melin dungi isterinya.
TARI SALENDANG ATAU UNGKO BABA :
Tari Salendang ada di pesisir Ranah Minang,Palembang,Bengkulu dan Pulau-pulau yang melambangkan kasih sayang yang berasal dari tarian China (Baba) yang dilagukan berirama sedih (sentimental).
Bersambung Tadah Sirat 02
Langganan:
Postingan (Atom)








