Laman

Selasa, 29 Maret 2011

DIAN MENTARI TELEVISION


SIARAN TELEVISI ISLAMI
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana , NBM.726.193
Sekretaris Cabang PC Muhammadiyah Ranah Nata

Dalam rangka untuk pemurnian Aqidah , pembersihan Ibadah dan penjernihan Amaliah ,sudah saatnya keberadaan SIARAN TELEVISI ISLAMI dan usulan dikhususkan terutama kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, baik di Yogyakarta maupun Jakarta.
Melirik dari berbagai acara siaran televise dalam penayangan film legendaries atau kisah kerajaan dan lainnya, disini banyak muatan virus TBC yaitu Takhyul , Bid’ah dan Churafat, juga siaran sinetron yang berbungkus agama tapi menampilkan kekerasan dan kekejaman yang isinya ﻟﻳﺲﻤﻦﺍﻺﺴﻼﻢ
Sudah beberapa lama kita merindukan lagu-lagu irama Qasidah,Gambus,Irama Padang Pasir ,Rebbana dan Islami, sedangan kita adalah Ummat Mayoritas di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Cuma dipagi hari saja kita mendengarkan Ceramah Agama dengan berbagai corak dan penampilan yang berwaktu sekitar 1 jam.

ﻤﺤﻤﺪﻳﻪ selaku selaku Gerakan Da’wah Islamiyah Amar ma’ruf Nahi munkar (DIAN) kiranya dapat mengudarakan “ DIAN MATAHARI TELEVISION “ yaitu siara televise Islami yang bercorak Muhammadiyah, dalam rangka untuk memurnikan Tauhid, membersihkan Fiqih dan menjernihkan Muamalah terutama virus TBC yang sekarang berjangkit di sinetron-sinetron yang merebakkan kuman-kumannya kepada Generasi Pelangsung dan Penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah khususnya.
Sebagai penangkis dari ancaman siraman Takhyul,Bid’ah dan Churafat yang membuat tontonan yang tak berisi tuntunan dan berfokus dalam alur cerita yang aneh,ghaib,ajaib dan menghanyutkan itu.
Sudah beberapa lama kita merindukan lagu-lagu irama Qasidah,Gambus,Irama Padang Pasir ,Rebbana dan Islami, sedangan kita adalah Ummat Mayoritas di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Cuma dipagi hari saja kita mendengarkan Ceramah Agama dengan berbagai corak dan penampilan yang berwaktu sekitar 1 jam.

ﻤﺤﻤﺪﻳﻪ selaku selaku Gerakan Da’wah Islamiyah Amar ma’ruf Nahi munkar (DIAN) kiranya dapat mengudarakan “ DIAN MATAHARI TELEVISION “ yaitu siara televise Islami yang bercorak Muhammadiyah, dalam rangka untuk memurnikan Tauhid, membersihkan Fiqih dan menjernihkan Muamalah terutama virus TBC yang sekarang berjangkit di sinetron-sinetron yang merebakkan kuman-kumannya kepada Generasi Pelangsung dan Penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah khususnya.
Sebagai penangkis dari ancaman siraman Takhyul,Bid’ah dan Churafat yang membuat tontonan yang tak berisi tuntunan dan berfokus dalam alur cerita yang aneh,ghaib,ajaib dan menghanyutkan itu.
Demikian juga dalam masalah hiburan rakyat dimana bila kita melihat gaya,tingkah laku para artis yang hanya menyuguhkan “ Ajang Rupa Tampilan Irama & Suara “ alias “ ARTIS “, walau dengan pakaian yang serba kurang dan salah jahitan ditembah dengan gaya “ Cacing Kepanasan “ dengan “ Irama Pabrik “. Mayoritas kita Ummat Islam di NKRI ini merindukan alunan suara senandung irama yang lemah lembut atau gerakan yang sopan tantun dan berkepribadian Melayu dan Ketimuran, tapi sekarang adalah sangat langka dan boleh dikatakan tidak ada,kecuali di bulan Ramadhan. Apakah Islam itu hanya sebulan saja..???

Selasa, 22 Maret 2011

BINJEK I - X


B I N J E K
TULISAN TENTANG SEJARAH RANAH NATA
Kolektor : Shaff Ra Alisyahbana
I.
BUKU NAMA-NAMA GEOGRAFI/TOPONYM
Drs.Gele Haroen
NATAR = Hena Atar = ladang. Untuk kota kecil tempat di Lampung Selatan dan Tapanuli Selatan. Pendiri Drs.Gele Haroen.
(Buku Nama-nama Geografi/Toponym oleh Drs.P.Wayong – Editor Jakarta 1979 ).
II.
BUKU SEJARAH SUMATERA
Oleh Marsden
NATAL governed by Datus, chief of whom Datu Besar / Chief Magistrate.
Natal diperintahi oleh Datuk-datuk yang utama adalah Datuk Besar / Pembesar Utama = Tuanku Nata.
( Buku Sejarah Sumatera oleh Marsden tahun 1800-an ).
III.
BUKU PERIHAL BANGSA BATAK
Oleh : E.St Harahap Depdikbud 1960
Tahun 1492 – 1498, orang Portugis berlayar mengelilingi Afrika Selatan dan Timur.Pada tanggal 24 Desember ditemuinya suatu labuhan,lalu dinamainya NATAL,artinya kelahiran (24 Desember),sebe narnya nama negeri itu Durban. Orang Portugis kemudian sampai ke Tapanuli. Dilihatnya labuhan dan negeri kecil sama seperti Natal yang ada di Afrika Timur, lalu dinamainya NATAL. Nama itu kekal sampai sekarang ini.
( Bagian I Zaman Purba a.Apabilakah dating bangsa Batak ke Sumatera halaman 28.)
Kedatangan orang Batak ke Sumatera tidak terang diketahuan,kare na pada masa kedatangan orang Portugal ( ke India 1498,tahun 1511 sampai ke Malaka,tahun 1525 melinat NATAL ). Sudahlah ada negeri-negeri kecil di pantai lautan Hindia, Ingatlah NATAL …!
(Bag.B – Darima nakah dating orang Batak, halaman 34.).
Lalu mulai pada tahun 1610 mereka melantik P.Both menjadi Gubernur Jenderal atas jajahan ini. Kompeni Belanda berkuasa di tanah Batak pada waktu itu hanyalah di pesisir, misalnya di NATAL, Sibolga dan di Barus.
(Bag.II Pendja djahan Kompeni Belanda, halaman 42.)
Agama Islam dating ke Sumatera antara tahun 1350 – 1450. Sebelum itu sudah ada kerajaan kecil-kecil di Sumatera. Demikian di Tapanuli pada mulanya hanya di tepi pantai laut sa ja.duklu di bagian NATAL,Mandailing , Angkola dan Sipirok. Yang ketahuan seorang orang NATAL lah yang pertama suku Batak pergi naik haji ke Mekkah. Sepulangnya ia merambakkan Agama Islam, iapun digelar oranglah BALEO NATA ( beliau Nata yang dihormati,atau Ulama. Beliaulah sebagai Kepala Agama Islam di Tapanuli Selatan pada masa itu,kalau ada suatu pesannya dan kalau orang sebut pesan BALIOU NATA, seganlah orang melanggarnya.
(Bag.VIII. Agama Orang Batak, b.Agama Islam di tanah batak, halaman 60 ).
Agama Islam datang ke Sumatera antara tahun 1350 – 1450. Sebelum itu sudah ada kerajaan kecil-kecil di Sumatera. Demikian di Tapanuli pada mulanya hanya di tepi pantai laut sa ja.dulu di bagian NATAL,Mandailing , Angkola dan Sipirok. Yang ketahuan seorang orang NATAL lah yang pertama suku Batak pergi naik haji ke Mekkah. Sepulangnya ia merambakkan Agama Islam, iapun digelar oranglah BALEO NATA ( beliau Nata yang dihormati,atau Ulama) Beliaulah sebagai Kepala Agama Islam di Tapanuli Selatan pada masa itu,kalau ada suatu pesannya dan kalau orang sebut pesan BALIOU NATA, seganlah orang melanggarnya.
(Bag.VIII. Agama Orang Batak, b.Agama Islam di tanah batak, halaman 60 )
IV.
Buku A Descriptive Dictionary of the Indian Island & Adjacent Contries oleh John Crawfurd,Oxford University Press ,Kualalumpur 1971.Cetakan I tahun 1856 ).
NATAL , coorectly NATAR , meaning ground,surface or foundation, is the name of a place on the western coast of Sumatera.The inhabitants are Malays,of Minangkabo mixed with Achehnese, but those of the interior are of the Batak nation. The town is on the shore of an unsafe roadstead,not far from a small rivulet. It’s an emporioum fpr the gold, champor,& benzoin of the inland country,& for the iron,cotton fabrics,& opium given in exchange for them. North of NATAL, & distant about 30 miles from it,is the mount Siduwa - duwa (double mount ),7000 feet high, & east of it, at the distance of 75 miles,the volcanic mount of Seret Barapi (fiery flounce) estimated to be of the height of 5200. The settlement of NATAL founded by the English in 1762, is now a Dutch possession. Latitude north 32” 30” & longitutde east 99” 5”.
NATAL , seharusnya NATAR,berarti tanah,daytaran/permukaan atau dasar,adalah nama tempat di pantai barat Sumatera. Penduduknya adalah orang Melayu, Minangkabau campuran Aceh, tetapi dari daerah pedalaman adalah orang Batak. Kota itu terletak pada pantai yang pelabuhannya tidak aman,tidak jauh dari sebuah anak sungai. NATAL adalah pusat perniaga an untuk emas,kapur barus dan kemenyan dari daerah pedalaman dan untuk besi,kain-kain dan candu sebagai tukaran. Disebelah Utara NATAL pada kejauhan kk.30 mil adalah Gunung Siduwa-duwa (gunung kembar), 7000 kaki tingginya dan disebelah Timur pada kejauhan 75 mil adalah Gunung Seret Berapi (gerakan amarah),kk.5200 kaki tingginya. Pemukiman NATAL didirikan oleh Inggris pada tahun 1762 dan sekarang milik Belanda. Letak LU 32” 30” dan BT 99” 5”.
(terjemahan Buku A Descriptive Dictionary of the Indian Island & Adjacent Contries oleh John Crawfurd, Oxford University Press , Kualalumpur 1971. Cetakan I tahun 1856 ).
V.
BUKU ENCYCLOPEDIA VAN NAD INDIE
Oleh : Marsden
NATAL adalah sebagian dari Baros
( Buku Encyclopedia van Ned Indie – 8 jilid oleh Marsden )
VI.
BUKU TUANKU IMAM BONJOL
Oleh : Drs. Mardjani Martamin , Depdikbud 1085

Sewaktu Tuanku Imam Bonjol berkuasa sebagai pemimpin Kaum Paderi di Minangkabau, beliau melihat kegunaan daerah pesisir Barat itu, terutama untuk kebutuhan pemasukan barang-ba rang, kain dan senjata. Tetapi dalam Sejarahnya, Pantai Barat Pulau Sumatera selalu ber ada dibawah kekuasaan atau pengawasan bukan orang Minangkabau sendiri. Pada abad ke – XVII Pesisir Barat itu dikuasai oleh orang-orang Aceh.
(Bagian VI.Usaha Merebut Hegemoni Perdagangan di Pantai Barat, halaman 65.)
VII.
BUKU SEDJARAH INDOENESIA II
Oleh “ Sanusi Pane , Kementrian P & K 1956

Pada permulaan bulan Maret 1831 datang Letkol Elout,yang diangkat jadi Residen dan Panglima di Padang dengan pasukan-pasukan baru. Pekerjaan yang pertama ialah menyuruh pasukan-pasukan pembatu tangsi Belanda di Air bangis dan NATAL yang dikepung oleh Kaum Paderi dan orang Aceh. Air Bangis tidak usah di bantu lagi. NATAL dapat diselamatkan.
(Bag.IV. Perang Pidari dan Perang Minangkabau/Perang Tambuse di Tapanuli, halaman 93-94 ).
Perjuangan memperebutkan pantai ini dilanjutkan kembali. Tahun 1825, Belanda meningkat kan pengawasannya terhadap Air Bangis dan daerah pantai lainnya. Atas kelengahan Ingge ris, Belanda dapat menguasai NATAL dan pos-pos Inggeris di Tapanuli.
(Bag.VI. Usaha merebut Hegemoni Perdagangan di Pantai Barat, halaman 68).
Orang Aceh membantu kaum Pidari dan akhirnya menguasai Barus, Nias dan Pulau Mursala di teluk Tapian Nauli. Benteng Belanda di Pulau poncan, NATAL dan Air bangis kerap kali diancam orang Aceh.
(Bag.6. Andalas dan Semenanjung, halaman 116 – 117 ).
VIII.
BUKU MAX HAVELAAR
Oleh “ Multatuli ab.Prof.HB Jassin – Djambatan 1985

Bulan Juli 1842 Douwwes Dekker dtempatkan sebagai Kontler di NATAL, suatu jabatan yang bukan saja meminta segala tenaga kerjanya, tapi juga buat pertama kali membawanya berha dap-hadapan dengan penderitaan penduduk.
( Bag.pendahuluan hal.VIII – IX )
Bagi Dekker, NATAL menjadi pendahuluan duka cerita yang pertama dalam hidupnya sebagai antenar.
Mengenai pengalamannya di NATAL, lihatlah Bab 12 s.d.14.
Saya pernah mengenal seorang gadis di Sumatera, ia melanjutkan anak seorang “ Datuk “. Namanya si Upik Ketek.
Nah, kalau begitu anda tahu bahwa di daerah NATAL ada penanaman lada, kebun-kebun lada terletak di Taluk balai, disebelah Utara NATAL, di pantai.
Betapapun juga, kontler NATAL memihak mertuanya melawan yang dipertuan dan ini lebih- lebih karena kontler itu bersahabat rapat dengan seorang yang bernama Sutan Salim, seo rang kepala negeri NATAL yang juga benci sekali kepada kepala orang Batak itu.
Menurut keterangan saksi-saksi yang didengar oleh kontler NATAL, ia bersama-sama dengan saudaranya Sutan Adam.
Dan diperlihatkannya kepada saya Keputusan Rapat di NATALyang yang di ketuainya, berisi hukuman yang dijatuhkan atas orang yang bernama si Pamaga, yakni hukuman dera, diselar (waktu itu tahun 1842) dan saya kira, kerja paksa dua puluh tahun, karena percobaan mem bunuh TUANKU NATA.
( Binjek 14 s.d. 20 dari Buku Max havelaar oleh Multatuli, Djambatan 1985, bagian Penda huluan “ Ya,aku bakal di baca “ Max Havelaar, halaman VIII – IX, Bab XI hal.162 – 164, 205,206 dan 208 ).
IX
BUKU INDONESIANA
Oleh : Aswan Setiawan , Grafitipress 1985
Lembaga Pemasyarakatan (LP) NATAL, mungkin termasuk tertua di Indonesia, dibangun orang Portugis disekitar tahun 1864. Dilindungi beberapa pohon mahoni besar dan tua.
(bagian Samudera Tinja halaman 111 7 Tempo, 16 – 10 – 1982 ).
X
BUKU ANTARA KHAYAL DAN FAKTA TUANKU RAO
Oleh : Prof.DR HAMKA , Bulan Bintang 1974
Orang Aceh membantu kaum Pidari dan akhirnya menguasai Barus, Nias dan pulau Mursala di Teluk Tapiannauli. Benteng Belanda di Pulau Poncan, NATAL dan Airbangis kerap kali di ancam orang Aceh.
(bagian Benarkah ada penyerbuan di Air Bangis ? halaman 260).
Pagu Nasution diterima Syarif Ismail menjadi menantunya setelah ia lebih dahulu disuruh memeluk Agama islam,dikhitan dan di syahadatkan dan diberi nama Islam, Hassan Nasution. Dijelaskan oleh Parlindungan tanggalnya masuk Islam,yaitu 3 hari bulan Muharram 1186 H/ 1772 masehi.
(bagian XII.Nama-nama yang diragukan namanya, halaman 269).
Pada masa 200 atau 3oo tahun yang lalu huruf yang dipakai ialah huruf Arab, Bahkan sam pai tahun 30-an dari abad ini,terutama di Minangkabau,Aceh, Mandailing , NATAL, Barus dan Singkil masihlah dipakai huruf Arab dan bahasa Ilmu Pengetahuan Masyarakat tersebut adalah pula bahasa Arab.
(bagian XII.Khalijah,halaman 274).

Senin, 14 Maret 2011

PUTI BRAMBANG SARI

PUTI BRAMBANG SARI
Asal Usul Nama di Sirat Madina
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana

Alkisah ,disebuah perladangan hiduplah sepasang suamu isteri dengan mengerjakan sawah ladang untuk mengharungi hidup dan kehidupannya. Sang isteri bernama Puti Brambang Sari dan suami bernama Sutan Sinata. Puti Brambang sari berasal dari Ranah Minang yang dijujur oleh Sutan Sinata ketika mereka dipertemukan jodohnya oleh orangtua mereka.
Mereka hidup sangat sederhana diperladangan itu dengan hasil pertanian yang melimpah ruah dan oleh sebab itu orang-orang Arab seperti Ibnu Bathuthah dan orang Sipatokah (Portugis) mencari rempah- rempah ke Ranah Nata. Karena luasnya tanah datar yang dipergunakan untuk bersawah ladang, makanya daerah tersebut dinamakan Nata atau Natar yang berarti tanah datar yang luas sebagai perladangan.

Ketika mereka baru saja memetik hasil panen, Puti Brambang Sari mengajak suaminya berhari raya ke Ranah Minang guna untuk berkumpul dengan orangtua dan sanak keluarganya disana. Permintaan sang isteri di kabulkan oleh Sutan Sinata, apalagi mereka belum mempunyai keturunan dan tentu saja tiada halangan untuk mengadakan perjalanan melalui laut.

Pada suatu hari pergilah Sutan Sinata dengan Puti Brambang Sari menebang sebatang pohon ipuh yang besar untuk dijadikan biduk sebagai kenderaan mereka pergi ke Ranah Minang itu. Selang beberapa hari, biduk yang dibuat merekapun siap. Untuk layar mereka mempergunakan kulit kayu ipuh sebagai layar. Sedangkan pada kiri kanan biduk itu mereka buat sejenis kepak dengan berbuah kati agar jangan mudah karam nantinya.

Setelah Puti Brambang Sari mempersiapkan segala sesuatunya sebagai perbekalan mereka ke Ranah Minang seperti temburung kelapa (mundam) untuk menimba air jika ada yang masuk ke biduk, nasi sebungkus,kain yang berlipat, galah dan lain sebagainya. Akhirnya dalam suasana kondisi laut yang ramah karena ombak yang teduh, merekapun berangkatlan menuju arah Selatan yaitu ke Ranah Minang.

Ketika mereka sampai di bagian Batu Bakuduong yaitu pantai perbatasan dengan Sumatera Barat, mereka di hadang oleh Rajo Biluluok yang datang dari Pulou Telok untuk ke Ranah Nata. Setelah Rajo Biluluok merapat ke biduk Sutan Sinata, hati Rajo Biluluok tersirap dan berdebar-debar melihat kecantikan Puti Brambang Sari yang luas biasa itu, sehingga dia terpesona dan ingin dijadikannya sebagai isterinya yang keberapa. Tentu saja Sutan Sinata tidak membiarkan hasrat Rajo Biluluok itu, karena Puti adalah isterinya yang sah dan masih dalam suasana berbulan madu.
Maka terjadilah kejar-kejaran. Ketika Sutan Sinata berada dibagian Taluok Sinata, biduk mereka tersekat pada sebuah karang,lalu Puti berteriak.. Ujung Tuan..!!! Ujung Tuan…,katanya pada suaminya. Sementara Rajo Biluluok tetap mengejar dari belakang. Malang tak dapat ditolak dan mujur tak dapat diraih, datanglah badai menghantam dengan suguhan ombak yang besar sehingga mereka kalang kabut dan akhirnya tenggelam. Semua perbekalan mereka hanyut dibawa arus lautan Samudera Indonesia.

Tempat biduk mereka tersekat tersebut sampai sekarang dinamakan Ujung Tuan, sedangkan tempat karam mereka dinamakan Taluok Sinata dan makam mereka diperkirakan itulah batu nisan yang berobah-roban bentuk yang terdapat di Pulau Rubiah dekat Ujung Tuan.
Adapun galah mereka tertahan di Batahan dan itulah Bukit Sinanggala, sedangkan tempurung kelapa atau mudam menjadi batu dan itulah sekarang yang dinamakan Batu Mundam, perbatasan dengan Sibolga. Adapun nasi sebungkus,lipat kain juga menjadi karang dan itulah Pulau Nasi Sabungkui, Pulau Lipat Kain dan Pulau Bakah.
Benar atau tidaknya, inilah cerita rakyat Ranah Nata yang diceritakan secara turun temurun.

Minggu, 13 Maret 2011

SERTIFIKASI

KIEK SILEK KECEK ( KISIK )

S E R T I F I K A S I
SERBA TINGKATKAN FIKIRAN & KARYA SISWA
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana *)

Dengan mengacungkan “ Jempol “ kepada Kemendiknas atau Pemerintah atas adanya Program Sertifikasi kepada Guru-guru dalam rangka untuk mencerdaskan bangsa. Sekarang sudah banyak guru-guru yang di sertifikasi, baik itu PNS atau PHK ( Pegawai Honor Komite ) dan mungkin saja TKS yang menerima gaji tambahan sebagai tunjangan sertifikasi hamper 100 % yang diterima per triwulan atau semesteran.
Dengan label SERTIFIKASI diharapkan guru-guru agar SERBA TINGKATKAN FIKIRAN & KARYA SISWA ( SERTIFIKASI ) untuk mencetak putra putri bangsa dalam rangka mempersiapkan generasi penerus nantinya yang berkwalitas pintar,cerdik dan cerdas bertaqwa dan beriman. Berbagai usaha telah dilakukan oleh guru-guru, walaupun sebenarnya tanpa sertifikasi itu adalah tanggung jawab seorang guru selaku yang digugu dan yang ditiru. Ada yang mengadakan les tambahan sore, try out berkali-kali dan lain sebagainya sebagai upaya mengasah sebilah pisau yang tumpul dan majal, ada yang mengasah dan mengikir dengan grendel dan lainnya, agar para siswa berhasil menghadapi Ujian Nasional 2010/2011 yang semakin dekat waktunya. Sementara disisi lain, mungkin ada pula dengan cara menambah atau merobah nilai siswa pada semesteran yang lalu bagi nilainya rendah yang mengakibatkan dirugikan siswa yang pintar. Sebagai contoh seorang siswa yang bodoh bernilai 6 (enam) dengan tambahan 3 (tiga) agar nilainya menjadi 9 (sembilan) dengan hasil bahwa jika dia hanya dapat nilai 4 (empat ) nantinya, mungkin jumlah yang 13 dibagi 2 tentulah bernilai 6,5 (lulus). Tapi bagi siswa yang sudah bernilai 8 atau 9, apakah nilainya juga di tambah ?. Tentu saja tidak bukan ..??. Mungkin itulah yang dikatakan pihak wakil rakyat dengan istilah “ pembodohan “ pada tahun-tahun lalu yang mungkin saja tahun ini UN tanpa tim Independent atau lainnya.
Dengan terjadinya atau andai terjadi hal tersebut diatas, sungguh banyak yang mesti di reka yasa lagi seperti buku raport, daftar nilai (legger) dan buku induk siswa. Kita memang mengakui bahwa untuk melaksanakan program BERHASIL DALAM LAPORAN itu sangat memerlukan pekerjaan yang teliti dan lihai untuk merekayasa. Dampak dari keberhasilan ini, nanti akan muncul GENERASI SATU HURUF OLAH , untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Apakah yang dimaksud dengan Generasi Satu Huruf Olah itu ? Pemimpin akan jadi Pemimpi, Pengurus akan jadi Pengurusi, Pengusaha jadi Penguasa, Penguasa jadi Pengusaha, Pemborong jadi Pemborong, Peme rintahan jadi Pemelintahan dan lain sebagainya.
Sebenarnya ,cara penambahan nilai itu bukanlah cara yang tepat untuk memberhasilkan siswa untuk lulus di kancah UN, tapi adalah suatu pembodohan. Dengan Sertifikasi, mari kita Asuh,Asih dan Asah peserta didik itu dengan menambah Fikir & Karya mereka dengan Ilmu Pengetahuan semaksi mal mungkin. Andai kata juga tidak berhasil, itu adalah mungkin dari dua penyebab yaitu guru yang tidak pandai mengajar, padahal sudah disertifikasi dan siswa yang tidak mampu mencerna ilmu pengetahuan yang diberikan gurunya yang seakan-akan otaknya sudah error.
Disisi lain, seorang guru harus bekerja keras mengasuh,membina dan mencetak siswa siswi agar menjadi pintar,cerdas,cerdik dan bermutu, apalagi sudah di sertifikasi, tentu tidak ada istilah libur kecuali libur umum dan libur khusus dalam kalender pendidikan. Disamping itu mungkin ada sisi lain yang mengendorkan kerja keras bagi guru yang mengakibatkan kurang serius menghadapi anak didiknya seperti memikirkan keluarga, kredit bank, bawa anak kesekolah dll, sedangkan pada siswa dihantui oleh handphone dalam kancah sms, video,facebook, internetan, sebab siswa banyak yang bawa handphone ke sekolah yang berarti mengangkangi Perda Madina itu.
Akhirnya, dengan SERTIFIKASI, mari kita bekerja keras SERBA TINGKATKAN FIKIR & KARYA SISWA.

*) Mantan guru SD Sinar Harapan Kampung Sawah 1975-1976.

Sabtu, 12 Maret 2011

MUTASI

M U T A S I
MUlai TAnpa KorupSI
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana

Mutasi adalah kalimat lain dari perpindahan dan merupakan tunangan dari para pengurus, pemimpin dan pejabat serta petugas pada suatu unit kerja, baik Negeri maupun Swasta yaitu perpindahan dari tempat tugas yang lama ke tempat tugas yang baru.
Sebagai contoh pada SMP Negeri 1 Natal telah terjadi 12 kali mutasi perpindahan tugas mulai dari Bapak Khadrin Imran sampai dengan Bapak Drs Oloan Nasution dan sekarang adalah pejabat yang ke-13 yaitu Irwan, SPd. yang satu-satunya adalah putra daerah Ranah Nata ( Natal ). Demikian juga Camat Natal, adalah merupakan Camat yang ke-33, Bapak Sarwedi,SH. mulai dari Bapak H.Sjariful Alamsyah sampai ke Bapak Helmi, SE. Tetapi dari kepemimpinan adalah merupakan Pemimpin yang ke- 88, sejak Datuk Imam Basya yang memimpin Kerajaan Ranah Nata di Malako, Mudiek Ayie – Palak Taleh yang kini terkenal dengan sebutan nama Kampung Sawah.
Sekarang sedang maraknya mutasi para Pejabat, baik eselon II,III dan menyusul eselon IV yang akan datang. Kita berharap dengan adanya mustasi ini, kiranya para Pejabat baru dapat memulai langkah kepemimpinannya dengan MUTASI yaitu MUlai TAnpa korupSI. Memang pada masa sebelumnya belum ada titik-titik korupsi dan saya yakin tidak akan terjadi karena kita berada pada Ranah Madina Yang Madani yaitu daerah yang dipimpim oleh putra-putra daerah sendiri. Putra daerah tidak akan tega berbuat korupsi di kampong halamannya sendiri,sebab disamping tempat segannya menurut adat yaitu ipar, menantu dan mertua, juga sanak, dosanak dan badosanak serta kaum familinya yang bera da disekelilingnya. Tetapi, bila dipandang dari sisi lain merupakan lahan terbaik untuk mengadakan tindak korupsi, sebab bila terjadi permasaalahan, maka sanak,dosanak dan badosanak yang disekelilingnya akan menjadi tempat segan masyarakat dan juga akan menjadi pembelanya untuk “ menegakkan benang basah “ itu. Kenapakah dimasa terjadi “serba salah” yang dalam istilah Warkop DKI “ maju kena mundur kena” ???, sulit untuk memulai tanpa korupsi ???
Kita berharap untuk masa mendatang, marilah kita merobah nasib, karena Allah berfirman bahwa “ Innallaha la yughayyiru maa bi qaumin hatta yaghayyiru maa bi anfusihim “ ( Allah tidak akan merobah nasib suatu bangsa, kecuali dia sendiri yang akan merobahnya ) > QS Ar-Ra’d ayat 11
Akhirnya ,kita mengucapkan Selamat & Sukses kepada para Pejabat Baru, mulai dari Pj.Bupati Madina, Ka Dinas/Jawatan,Camat hingga Kades,semoga Selamat dengan pelaksanaan tugas “ mulai tanpa korupsi “ dan sukses menjalankan tugas, sebab kepemimpinan kita akan dipertanggung jawabkan kelak ( Kulluku ra’in, wa kullukum ‘an rakyatihi ) .

Selasa, 08 Maret 2011

DURIAN SERGAP TIMUN

SOSOK NARASI & CIPTA ( SONATA)
Karya Puisi Shaff Ra Alisyahbana



DURIAN SERGAP TIMUN

Oleh : Shaff Ra Alisyahbana

Aku bagaikan serumpun timun
Hidup di semak rumput jeramun
Bertemankan lambaian daun – daun
Menjalar dan berakar tahun ke tahun
Dan akhirnya aku tertimbun
Rumpun ku kini berkecalun
Hanya mengharapkan setitik embun
Tanah ku,setumpuk demi setumpuk akan dibangun

Salimbubu datang menerjang di iringi hujan
Lalu berjatuhan buah – buah durian
Akar ku luka beserta batang dan tunas dahan
Badan ku ditimpa durian
Sang petani tiada menghiraukan
Walaupun aku , dia yang menanamkan
Ditanam dalam tanah ulayat persukuan
Aku memberi hidup untuk nafkah kehidupan

Durian …….. oh durian
Karena ku tumbuh dibawah lindungan
Dahan rindang mu, aku dalam pangkuan
Khasiat buahmu , rasa panas yang menyerikan
Hilang di lamun lezat dan ketagihan
Walau timun hancur di timpa durian
Panas mu ku dinginkan
Agar efek sampingmu tiada ketularan
Kulit buah mu buang jangan sembarangan
Sebab dia membuat luka di sekujur badan
Dan tak lazim di makan
Bila kulit sama dibuang dari badan
Baru kita se dulang di dalam hidangan

Timun ……… oh nasib mu mentimun
Di cincang,di kukur dan di timbun
Maukkan ke karung lalu di kurung
Di jagal, di serak di pasar umum
Bila aku di minum, darah tunggu pun menurun
Durian dan Timun, tak pantas bergandeng di dalam abun

( SRY – 220510 )


SEJARAH RANAH NATA

Olahan : Shaff Ra Alisyahbana

Setelah nama diberi Ibnu Bathuthah
Kemudian abad ketujuh belas tiba
Pangeran Indra Sutan datang dari Indrapura
Bersama Datuk Imam Rajo Putih berdarah Persia
Dari Ujung Gading dan Air Bangis tiba

Armada Ajung masuk kuala
Singgah sebentar di Tanjung Bunga
Melepas lelah bersama Puti Rani dan Puti Ratiah
Datuk Imam Rajo Putih berpantun kata :

Daun pauoh daun barambang
Bungo tanjuong di padeta ,
Dari jauoh kito datang
Sampai ka kampuong Ranah Nata

Laweh lauik di Ranah Nata
Alang lauik manyembah ikan ,
Lapeh ensuik duduok basanda
Kanyang paruik sasudah makan

Ajungpun berlayar kehulu sungai
Di sebuah pelabuhan mereka sampai
Labuhan Ajung tmpat menggapai
Menuju Ranah Malako, Kerajaan dimulai

Datuk Imam Raja Pertama
Itulah Kerajaan Ranah Nata
Datuk Basya nan Tuo , Raja kedua
Malako berpindah ke Kampung Bukik Nata
Mereka bermakam di Jirat Malako Kampungsawah
Tama Musi , Datuk Basya nan Mudo keempatnya
Sutan Sailan dan Puti Junjung keenamnya
Sutan Iskandar , Si Hintan. Hidayat dan Muhammad Nata
Sutan Marah Ahmad dan Muhammad Salehnya
Sutan Sari Dewa penyudahnya

Kerajaan dipecah menjadi dua
Kerajaan Lingga Bayu di Simpang Bajambah
Pangeran Indra Sutan Raja pertama
Tuanku Bandaharo , Rajo Gunuong yang ketiga
Tuanku nan Mudo dan Bagindo Raja Bujangnya
Marah Himpun , Muhammad Amin dan Muhammad Yakubnya
Sutan Muhammad Zahab terakhirnya


SEJARAH RANAH NATA

Olahan : Shaff Ra Alisyahbana

Setelah nama diberi Ibnu Bathuthah
Kemudian abad ketujuh belas tiba
Pangeran Indra Sutan datang dari Indrapura
Bersama Datuk Imam Rajo Putih berdarah Persia
Dari Ujung Gading dan Air Bangis tiba

Armada Ajung masuk kuala
Singgah sebentar di Tanjung Bunga
Melepas lelah bersama Puti Rani dan Puti Ratiah
Datuk Imam Rajo Putih berpantun kata :

Daun pauoh daun barambang
Bungo tanjuong di padeta ,
Dari jauoh kito datang
Sampai ka kampuong Ranah Nata

Laweh lauik di Ranah Nata
Alang lauik manyembah ikan ,
Lapeh ensuik duduok basanda
Kanyang paruik sasudah makan

Ajungpun berlayar kehulu sungai
Di sebuah pelabuhan mereka sampai
Labuhan Ajung tmpat menggapai
Menuju Ranah Malako, Kerajaan dimulai

Datuk Imam Raja Pertama
Itulah Kerajaan Ranah Nata
Datuk Basya nan Tuo , Raja kedua
Malako berpindah ke Kampung Bukik Nata
Mereka bermakam di Jirat Malako Kampungsawah
Tama Musi , Datuk Basya nan Mudo keempatnya
Sutan Sailan dan Puti Junjung keenamnya
Sutan Iskandar , Si Hintan. Hidayat dan Muhammad Nata
Sutan Marah Ahmad dan Muhammad Salehnya
Sutan Sari Dewa penyudahnya

Kerajaan dipecah menjadi dua
Kerajaan Lingga Bayu di Simpang Bajambah
Pangeran Indra Sutan Raja pertama
Tuanku Bandaharo , Rajo Gunuong yang ketiga
Tuanku nan Mudo dan Bagindo Raja Bujangnya
Marah Himpun , Muhammad Amin dan Muhammad Yakubnya
Sutan Muhammad Zahab terakhirnya

Dari Bengkulu Sutan Tiansyah tiba
Dirikan Kerajaan Knondom di Simpang Sao sana
Rajo Makhutur, Nazir , Tuo dan Mudo Maramiknya
Pindah ke Bintuas , Kerajaan Kinondom pun punah

Raja Merangkat dirikan Kerajaan Singkuang disana
Jasa Murung , Lukman dan Janda Mora
Tohar penyudah di Rumah Gadang bertiang gading gajah
Tulang punggung ikan paus jadi pomdasi penyanggah

Raja di Angkola si Hitam Lidah
Mendirikan Kerajaan Labu di Batu Gajah
Baduraman , Baduralam dan si Poncan ke empatnya
Diakhiri Nali Marah Sutan penyudahnya
Bermakan di Patiluban dan di Langsat sana

Sutan Rangkayo Majo Dirajo dari Indrapura
Dirikan Kerajaan Batahan di Kampung Godang , Sapabolonya
Disusul Rajo Natarap sebagai Raja
Ibrahim Sutan Mangatimbung Dilauiktan terakhirnya
Dari Aceh Selatan, di ujung Pulau Perca

Ranah Nata ….
Dari Lembah Sorik Marapi hingga ketepi Samudera Hindia
Di antara Batu nan Ampek dalam istilah
Batu Bakudung , Batu Sondat, Batu Mundam dan Batu Gajah
Batang Natolu…,Batang Gadis , Batahan dan Batang Nata
Kini hanya tinggal Sejarah Ranah Nata
Mari …., Mari menyatu yang serumpun dan yang sedarah
Jadi Kabupaten Ranah Nata…
Pemekaran dari Kabupaten Mandailing Nata

( SRY - 250510 )


TANAH ULAYAT

Oleh : Shaff Ra Alisyahbana

Disana sini rakyat menggugat
Hak masyarakat akan tanah ulayat
Karena mereka masyarakat adat
Beradat dan beragama ta “at
Nenek moyang tinggalkan amanat
Pemberian Tuhan harus bermanfaat kepada rakyat
Sumber hidup dan kehidupan para zuriat – zuriat

Ranah Malako di Kampung Sawah
Simpang Koje di Ranah Nata
Batu Sondat , Batahan dan di Singkuang sana
Menggugat hak ulayat atas tanah
Setidaknya menjadi peserta petani plasma

Kenapa beku hati para Pengusaha
Tanah yang dipakai waktu berjangka
Memberi masukan untuk Penguasa
Tak bersedia memberi jasa tanah
Karena adapt , disitu ada bunga
Bunga rimba . hutan atau lading sawah
Ulayat Nagari dan Kaum yang tinggi dan rendah
Tanah jadi lambing martabat suatu bangsa
Tempat lahir bertanah di atasnya rumah
Tempat hidup untuk berladang atau bersawah
Tempat mati , di dalam pandam atau pusara

Hatiku semburat berkata – kata
Adakah Pemimpin yang Amanah
Penguasa atau Pengusaha
Yang bias hanya berkata – kata
Tapi janji ke janji tanpa terlaksana

Kabura maktan ‘indallah…
Antaqulu ma laa taf’alun kata Allah
Sungguh besar sekali dosanya…

Rakyat tak kan menyerah
Sebelum Penguasa dan Pengusaha
Memberi Jasa dan bertimbang rasa
Jadilah Ranah Nata , Baldatun Thayyibah
Wa Rabbul Ghafur , itulah sebuah himmah

( SRY – 250510 )

PADAM LAMO baru NYALO

Asuhan : Pak Shaff Bar Moel.

PADAM LAMO baru NYALO

Di Barando BM tampak Pak Kodak sedang mengisi botol Tonikum dan minu man dengan minyak tanah yaitu Palito Togok dan Lampu Sisik sambil menyeka cimprong lampu yang sudah hitam kena asap. Disudut lain tampak Etek Bandaro sedang meme gang Kampie Pandan dengan berisikan nasi didalamnya. Tiba-tiba datang Ogek Bijak menanya sesuatu …

OB : Askum Pak !! Ado manjua bola lampu ?
PK : Kumlam, (jawab Pak Kodak) Andei waang ko, mano ado bola lampu. Cimporong ?
EB : Cimporong makasuinyo to, ayah Si Upiek ( sela Etek Bandaro ).
OB : Indak. Nan ba putta-putta tu. Bapilin inyo. Untuk listerik.
PK : Ooo.. bola lampu listrik ! Ado, barapo diang ?
OB : Barappo sa incek ? Di ambo sa incek.
PK : Satangah ratuis nyo sa buah, nan gadang tu.
EB : Limo puluoh tu, makasuiknyo. Ado-ado ajo di Apak waang ko.
PK : Samo tu nyo.
OB : Sabananyo baru kapattang ko di bali sa incek, tapi ala pajam.
EB : Kamano pai nyo ? Diambiek urang dak ?
PK : Makasuiknyo alah putui, .. puduo kato urang dulu.
EB : Dak elok mungkin, ado ba uji wakatu mambalinyo tu ?
OB : Ado tek ! Tapi…, lampu kito ko PAJAM LANCA jo NYALO. Iyo kan ?
PK : Kok di ambo indak. PADAM, LAMO mangko NYALO.
EB : Elok-elok saketek mangecek tu, ayah si Upiek, beko kanei baok ajo na !!
PK : Manga kanei baok, kan iyo nyo. Kok iduik bana, dak bias di pagunokan.
OB : Cubo tes pak ! Bekko antah pajam pulo.
EB : Iduik lampu ajak nyo ?
OB : Dirumah cako iduik. Antah kini pulo, lampu kito kan lampu disko. Accok mati.
PK : Tapi bancano alam. Kito daerah rawan bancano. Lonsor,kayu tumbang,gamak kalalawa dan lainnyo.
EB : Angin indak, galombang indak bisa padam ajo ???
PK : Eeeii.., Umak si Upiek, mano tauh kito tu. Ala litak urang tu siang malam ma melok ‘ inyo na ! Tanga malam badangieng, ujan labek mangatutui,pai juo na.
EB : Pai mamajek karambie na.
PK : Anta lah pulo. Tasarah lah !!!
( tiba-tiba datang si Ucok Operator bergegas masuk Barando Multatuli )

EB : Dari mano waang cako, Cok ? Mangalalawa sajo karajo waang.
UO : Sian Kape Taluok mak. Tai adong disi Valentine Days !
PK : Dari kapie ..????, Palangkin dei ??
UO : Valentine Days tu, hari kasieh sayang, mak !
EB : Ooo…, pai Bagandak mola waang deh ! Anak sia nan waang enjong tu ?
UO : Marhonda hami, mak . Boncieng duo.
PK : Indak tau waang itu bukan dari ugamo kito tu. Kok itu iyo kapie lah namonyo. Ala bapalangkin la tu. Antalah Cok.. ?? Nan ka datangko jaan waang pai juo. Tadanga diang tu !!!
UO : Olo mak ey . Ogek.. ??? Aha dope guna na bola listriki ? Tai baru dope di tabusi ?
OB : Tapi alah putui, Cok.
UO : Ola mada ! Komputer ku madung error , harana urang arus listrik na.
OB : Jangan ba computer juo waang.
UO : Tai alai mangido facebook dohot blogger. Baa tu ?
OB : Iyo pulo tu deh. Itu keppeng masuk tu.
UO : Tau molah Ogek !
EB : Ambo alah lamo indak pakei balender jo magikkom. Manggilieng di papan lado.
PK : Patuiknyo lah alah lamak makan awak. Taraso padeh lado tu. Kato awak iko baru pandei umak waang mamasak.
UO : Ado - ado ajo di Ayah ko, Mak.
Ogek.. ?? Kabanyo kantor PLN nan di Sasaran tu nan ka dibangun deh !
PK : Manga indak jaluo NATAS tu ajo di tambah urang tu deh ? Mungkin labieh irit.
OB : Jaluo NATAS baa ko, Pak ? Aek Natas ..???
PK : Indak. NATAS tu .., Nata Tabuyuong Singkuang sampei ka Batangtoru, Tapsel.
EB : Rancak nyo. Kayu nan ka tumbang dak ado do. Bukik nan ka lonsor bak itu juo. Tantangannyo mungkin anginnyo !!!
EB : Angin punco baliuong nan kapatang ko deh. 7 rumah tande di baenyo. Parabola pata-pata. Mungkin manonton pilem kurang kain ajo urang tu dak ?

( lalu Ucok Operator membuka HP file musiknyo dan tadanga lagu NASIB RANAH suaro Fadhlan Syukri Batubara jo Irwansyah Putra ) .
OB : Alaa mak ey, itu padek bana tu na. Keceknyo urang Nata indak batanah.
PK : Memang iyo tu. Curito angku ambo, wakatu si Multatuli jadi konteler disiko, Nata ko masuok Ayie Bangih. Dek karano baso, adat jo seni budayo samo, jadi kahiduikpan tu sarasi.
EB : Kok ambo manggarati juo saketek-saketek. Bisa juo baa dong-adong ba adope.
PK : Kok bulie pintak ka urang Nata nan di rantou, agak badagieng nyo di rantou tu, tolonglah bakayuoh, mak lakeh balayie pincalang “ RANAH NATA “ tu.
OB : Pincalang baa ko, Pak ?
PK : Pincalang Kabupaten RANAH NATA tu atou Pantei Barat Mandaelieng (Pabarling) tu.
OB : Iyo bana, Pak. Tapi ambo yo mintak izin dolu pulang. Mak si Ucok nandak ka batang ayie pai manyuci. Alah banyak kain nan kumuoh ( lalu pergi) . Assalamu ‘alaikum …….. .