POS GAUN
POKOK SAKETEK GADANG UNTUONG
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana Dt.Malako
Kalau di Nataisasi kedalam bahasa Melayu Pesisir ( Mesir ), adalah tempat adanya pakaian gaun yait baju rok kebaya wanita. Yang dimaksud dengan POS GAUN dalam tulisan ini adalah “ Pokok Saketek Gadang Untuong yaitu Modal Sedikit dengan memperoleh keuntungan yang besar.
POS GAUN sangat populer di Indonesia dan di Madina khususnya. Suatu pekerjaan borongan oleh si Pemborong yang berawal dari 100 % untuk calo 20 %, dipergunakan 50 % dengan memperoleh keuntungan 30 %. Sedangkan yang sebaiknya, borongan dipergunakan 75-80 %,jadi keuntungannya 50 %. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya bangunan baru atau renovasi yang cepat roboh karena tidak sesuai dengan denah/gambar yang dibuat, karena sudah diraup dari beberapa hal.
Mungkin juga demikian halnya dengan jaringan listrik yang hampir seluruh pelosok sudah menik mati, walaupun tidak begitu nikmat karena voltage rendah. Kematian listrik mungkin menguntungkan bagi petugas dan merugikan bagi pelanggan. Banyaknya bola lampu yang putus/rusak atau peralatan yang rusak dan lain lain nya.Memang manusia punya rencana, tapi keputusan ditangan PLN.
Saat sekarang ini, kalau tidak memakai bola lampu 45 watt yang harganya Rp.50.000.- perbuah , jangan diharap rumah terang benderang. Lain halnya dengan pengoperasina TV atau computer, dapat di operasikan setelah jam 23.00 wib. Di era serba sulit ini, bagaimanakah membeli bola lampu yg sampai 5 atau 7 buah, “ kungkuong dapuo saja indak barasok ??? “.
Adakah wakil rakyat yang memperjuangkan penderitaan rakyat ini ??. Apakah mereka benar mewakili rak yat atau mewakili partai atau hanya mensyahkan Perda saja ??.
Engkau duduk disana karena suara rakyat yang memilihmu, tapi kenapa suara rakyat itu tidak kau dengarkan , sementara gedung mewah kau bangun dengan megahnya diatas penderitaan rakyat.
Rasanya , menyesal kami memberikan suara kepadamu Saudara ku, sedangkan penderitaan ku dan kami tak kau perjuangkan selaku kau Wakil Rakyat.
Lihatlah begitu luasnya tanah adat atau ulayat di Ranah kelahiranmu,orangtuamu dan nenek moyangmu yang telah disawitkan oleh beberapa Perusahaan, sudah berapa orangkah yang telah menjadi peserta petani plasma ???. Tanah tempat orangtua dan nenek moyangmu mencari nafkah untuk melangsung hidup dan kehidupan orangtua mud an juga kemungkinan termasuk kau, hilang lenyap dan tidak tahu lagi kemana dan dimana lahan mata penca harian nafkha untuk menghidupi keluarga. Sadarilah Saudara ku, kau dibesarkan bukan dengan “ bareh basalang “ tapi dari warisan nenek moyangmu, dimana dulu orangtua mu mencari rotan, kayu kayan, damar, ikan lele , ke menyan, lagan dan lainnya. Tapi mata pencaharian ini tinggal kenangan dan bermenung sambil melihat lambaian daun sawit yang menghijau, dimana limbahnya nanti akan mematikan benih ikan dilautan, sebab lim bah itu akan mengalir melalui sungai Natolu,yaitu sungai Batang Batahan, Batang Nata dan Muara Batanggadis, dimana dihulunya telah berdiri PKS.
Tanah adat atau ulayat telah “ dilapa-lapa “oleh penguasa dan diwariskan kepada pengusaha dengan arti kata,tanah persukuan telah beralih menjadi tanah perseorangan, tanpa memberikan “ bunga tanah “kepada ahli warisnya yaitu masyarakat adat penghuni nagari tersebut.Ingatlah kata adat > “ karimbo babungo kayu (10%),kahutan babungo aleh (10%) ,kasawah babungo ampieng (10%) dan katambang babungo tanah (10%)”.
Kemanakah mencari nafkah untuk mencari hasil hutan peninggalan nenek moyang kami dan kita? Singkuang yang terkenal dengan “ ikan lelenya “,sekarang sudah hilang dan tak ada lagi.Panggautan Patiluban,Kampungsawah dan lainnya yang dulunya tempat “ ma arik kayu “,mencari rotan,melukah limbat,mencari kapur barus dan menyadap getah lagan,sekarang tidak ada lagi.Alangkah baiknya bila mereka menjadi peserta petani plasma, agar kelangsungan hidup mereka terjamin dan anak – anaknya bisa bersekolah mencapai cita-citanya.Ada orang pintar berkata adalah demi untuk kemajuan ekonomi rakyat. Rakyat yang manakah yang maju itu ? Yang akan maju adalah pengusaha yaitu “ memperkaya orang kaya “. Mungkinkah nanti para masyarakat akan mengais remah kesamping meja tempat menghitung uang hasil dari tanah ulayatnya atau ke tong sampah tempat Saudara ku duduk mewakili kami ??? Kalau dikatakan dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, yah…. Sudah berapakah daerah mendapat penghasilan dan adakah Ranah Nata ( Natal ) memeroleh bagian dari penghasilan itu ?.Begitu besarnya dana masyarakat mengadakan demontrasi damai menuntuk hak ulayatnya, sudah berapakah yang berhasil dan menjadi peserta petani plasma ?? Karena salah langkah, terjadi berbagai tragedi seperti Nata Aksi Demo ( NAD ) yang melahirkan SERGAP ( serentak tigapuluh April ) dikarenakan NASI ( Nata Simpanggambir) yang sampai kini masyarakat masih trauma. Bila secara baik-baik mendatangi yang berwenang, pihak terkait meminta surat tanah atau fakta yang faktual. Kalau kita boleh bicara “ Aapakah ada penyerahan tanah itu dari pihak KERAJAAN KEPADA REPUBLIK ???. Jika kita orang yang berpendidikan dan paniai baca tulis serta mengerti dengan ADAT ISTIADAT, permintaan yang bagaikan “ MEMINTA TANDUK KUCING “. Apakah yang dimaksud dengan ADAT ???ADAT ADALAH BAHASA SANSKERTA + 250 SEBELUM MASEHI, YANG BERARTI A = TIDAK , DAT = DATUM YAITU TIDAK MERAJAKAN BENDA/ORANG (MATERIALIS/CULTUS INDIVIDU , TIDAK BERTANGGAL , TIDAK TERTULIS DAN TIDAK TERPEDAYA OLEH HARTA , BENDA , TAHTA DAN WANITA “.
SUDAH JELAS TIDAK TERTULIS DAN BERTANGGAL , KENAPA DIMINTA SURAT TANAH ??? ADAPUN PENINGGALAN SEJARAH , APAKAH MEREKA TIDAK PERNAH MELIHAT RUMAH GADANG YANG BERDIRI DI SIMPANG BADANYUIK ATAU MAKAM RAJA DATUK IMAM BASYA, PANGERAN INDRA SUTAN RAJO PUTIEH DAN DATUK BASYA NAN TUO DI JIRAT MALAKO, MUDIEK AYIE – PALAK TALEH KAMPUNG SAWAH KECAMATAN NATAL ???.
KALAU DIZAMAN KERAJAAN “ PUTIH DIATAS HITAM “ YANG PEMBERIAN HAK OLAH TANAH BERDASARKAN HASIL MUFAKAT DAN KEIKHLASAN MASYARAKAT ADAT ( TANPA SURAT ), SEKARANG “ HITAM DI ATAS PUTIH “ YAITU SURAT IZIN OLAH TANAH ATAUPUN SERTIFIKASI YANG DISEPAKATI OLEH KEPALA DESA DENGAN PENGUSAHA BERSAKSIKAN DUA ORANG YANG DIMINTAKAN DAN DISAHKAN DENGAN TANDA TANGAN KADES , METERAI DAN STEMPEL.
ENTAH LAH …!!!
Catatan : Ma'af !!! > Tulisan ini bukan hujatan, tapi isi hati penulis.
Kamis, 21 April 2011
Senin, 18 April 2011
PEMBACOKAN DI TABUYUNG
Friday, 08 April 2011 13:19
Empat warga Tabuyung dibacok OTK
Warta
WASPADAONLINE
MANDAILING NATAL – Empat warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dianiaya orang tak dikenal (OTK) kemarin pagi.
Para korban pengeroyokan yakni, Zarobaton,50, dan istrinya Nur Asmi,60 yang masih kritis; serta Zulham,25.Ketiganya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan. Sementara satu korban lagi, ibu Nur Asmi,yakni Masdalifah,70, dirawat di kampungnya karena hanya mengalami luka ringan.
Zarobaton menuturkan, peristiwa pengeroyokan tersebut berawal saat sekelompok OTK yang diperkirakan tiga orang dan mengendarai mobil masuk ke rumah mereka lewat pintu belakang sekitar pukul 04.00 WIB kemarin.Setelah berhasil masuk, mereka langsung memukuli Zarobaton secara membabi buta. Istri dan mertuanya juga turut dianiaya. “Saya tidak dapat berbuat apa-apa.
Saya hanya bisa berteriak minta tolong dan pasrah jadi bulanbulanan penjahat,” ujar Zarobaton kemarin. Teriakan korban akhirnya didengar tetangganya di seberang jalan, Zulham yang langsung bergegas datang ke rumahnya. Begitu sampai di rumah Zarobaton, Zulham pun langsung dibacok OTK. Usai menghajar para korban,OTK tersebut kabur dengan mengendarai mobil.
“Saya tidak kenal dengan para pelaku. Saya heran dengan kejadian ini karena selama ini keluarga saya tidak punya musuh atau terlibat persoalan dengan siapa pun di desa ini,”ujarnya. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Madina Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hirbak Wahyu Setiawan yang datang melihat kondisi korban mengatakan, sampai saat ini, mereka masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Dugaan sementara, penganiayaan itu bermotifkan dendam.
Mereka juga sedang mengkaji ada tidaknya motif perampokan dalam peristiwa itu.Namun,menurut dia motif itu sangat tidak mungkin karena korban berasal dari kalangan ekonomi lemah yang tinggal dalam rumah gubuk. “Polisi sudah ke lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP),” tuturnya.
Sampai saat ini,warga yang berada di kampung tersebut masih merasa heran dan penasaran atas penganiayaan yang dilakukan pelaku kepada ketiga korban. Pasalnya, ketiga korban merupakan petani biasa dan sepengetahuan mereka tidak pernah mempunyai musuh. “Satu keluarga itu terkesan pendiam dan tidak pernah ada masalah dengan yang lain. Itu sebabnya kami merasa heran kenapa mereka dibacok,” ungkap salah seorang warga..
Editor: PRAWIRA SETIABUDI
Koleksi Foto : Shaff Ra Alisyahbana
Empat warga Tabuyung dibacok OTK
Warta
WASPADAONLINE
MANDAILING NATAL – Empat warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dianiaya orang tak dikenal (OTK) kemarin pagi.
Para korban pengeroyokan yakni, Zarobaton,50, dan istrinya Nur Asmi,60 yang masih kritis; serta Zulham,25.Ketiganya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan. Sementara satu korban lagi, ibu Nur Asmi,yakni Masdalifah,70, dirawat di kampungnya karena hanya mengalami luka ringan.
Zarobaton menuturkan, peristiwa pengeroyokan tersebut berawal saat sekelompok OTK yang diperkirakan tiga orang dan mengendarai mobil masuk ke rumah mereka lewat pintu belakang sekitar pukul 04.00 WIB kemarin.Setelah berhasil masuk, mereka langsung memukuli Zarobaton secara membabi buta. Istri dan mertuanya juga turut dianiaya. “Saya tidak dapat berbuat apa-apa.
Saya hanya bisa berteriak minta tolong dan pasrah jadi bulanbulanan penjahat,” ujar Zarobaton kemarin. Teriakan korban akhirnya didengar tetangganya di seberang jalan, Zulham yang langsung bergegas datang ke rumahnya. Begitu sampai di rumah Zarobaton, Zulham pun langsung dibacok OTK. Usai menghajar para korban,OTK tersebut kabur dengan mengendarai mobil.
“Saya tidak kenal dengan para pelaku. Saya heran dengan kejadian ini karena selama ini keluarga saya tidak punya musuh atau terlibat persoalan dengan siapa pun di desa ini,”ujarnya. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Madina Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hirbak Wahyu Setiawan yang datang melihat kondisi korban mengatakan, sampai saat ini, mereka masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Dugaan sementara, penganiayaan itu bermotifkan dendam.
Mereka juga sedang mengkaji ada tidaknya motif perampokan dalam peristiwa itu.Namun,menurut dia motif itu sangat tidak mungkin karena korban berasal dari kalangan ekonomi lemah yang tinggal dalam rumah gubuk. “Polisi sudah ke lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP),” tuturnya.
Sampai saat ini,warga yang berada di kampung tersebut masih merasa heran dan penasaran atas penganiayaan yang dilakukan pelaku kepada ketiga korban. Pasalnya, ketiga korban merupakan petani biasa dan sepengetahuan mereka tidak pernah mempunyai musuh. “Satu keluarga itu terkesan pendiam dan tidak pernah ada masalah dengan yang lain. Itu sebabnya kami merasa heran kenapa mereka dibacok,” ungkap salah seorang warga..
Editor: PRAWIRA SETIABUDI
Koleksi Foto : Shaff Ra Alisyahbana
KADO MILAD 60th
SHAH RIYAL RAJA UANG
KADO MILAD KE 60 , 19 APRIL 2011.
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Shah dalam bahasa Arab berarti Raja, sedangkan Riyal juga dalam bahasa Arab berarti uang atau mata uang di negeri Arab. Jadi, Shah Riyal berarti “ RAJA UANG “.
Shah Riyal yang dimaksud dalam tulisan ini bukanlah Syahriyal , sebab Syahriyal yang juga dalam bahasa Arab berarti “ Bulan Pertama “ atau “ Sari Bulan “ yaitu nama dari seorang makhluk ciptaan Allah yang dilahirkan dari pasangan suami isteri Ahmad Fadhly Chumatiq Nangkodo Rajo bin Umar Rajo Ageh bin Muridun Pancang Peje Batubara bin Ubek yang datang dari Anginbarat Lama Tambangan Madina dan Toety Noor Zaini Rao binti Abdul Halim Pandeka bin Fathimani binti Abdul Ghafur bin Sambilan Balik Jambak dari Rao ,Sumatera Barat.
Syahriyal adalah nama fatihah yang diberikan orangtua ku dengan acara Tughun Ka Ayie di Tambak dengan disaksikan oleh Tokoh Adat , Agama , Negara , Sanak Dosanak Badosanak serta Madsyarakat Adat Ranah Nata. Aku merupakan anak yang ke 6 dari 7 bersaudara dan yang masih hidup sampai turunnya tulisan ini tinggal 3 orang lagi yang keseluruhannya “ Di Apik Bangkei “. Sidi Darwis diapit oleh alm.Syariful “Ali dan Akhmad Khudri, Doketek Basyiran diapit oleh Akhmad Khudri dan Nur Baity, sedangkan aku diapit oleh Unieng Nur Baity dan adinda Fadhlainy Batubara.
Beberapa nama atau gelar diberikan kepada saya antara lain Kiang dimasa kecil, Safar Abady dan Ustaz ketika di Palak Taleh, Guru di Tamang, CK ,Shaff Ra Alisyahbana di Simpang Ampek dan Sry Fahmy Batubara di kalangan Pemerintahan.
Kalau dikaji dari judul tulisan “ Shah Riyal Raja Uang “, memang dua kali menjadi “ Raja Sahari “ bersama “ Ratu Sahari “ yaitu Sitty Ruqaiyah Ohyong alias Ria Sitty Chaniago. Menjadi Raja pertama pada tgl.19 Juli 1976 di Pulau Tamang Kecamatan Batahan bersama hiburan Muda Ria Band, sedangkan menjadi Raja kedua pada tgl.19 Agustus 1976 di Tambak dengan hiburan ISBM Cabang Linggabayu dengan pementasan drama “ Ibu Tiri “ karya Sayful Anwar bin Muhd.Yunus Nasution alias Samyunas ).
Kalaulah orangtua berasal dari “ Duo Kampuong “ yaitu Kampuong Sawah dengan Kampuong Tangah, dimana pada masa kecil aku memang akrab di “ Tangah Sawah “ bersama orangtua, sebab orangtuaku adalah sepasang petani yang berpindah-pindah hingga sampai ke Sikumbu , Linggabayu dengan kenangan ibuku pernah hanyut disungai dan Doketek, abangku berkata “ Mak….., banyak-banyak adabuyuik kito de mak ? ”, karena orangtuaku bertanam limbuyuik alias labu seno pada masa darurat dulu.
Jika pertemuan orangtuaku antara “ Duo Kampuong “ , maka aku bertemu jodoh antara “ Duo Ranah “ yaitu Ranah Nata dengan Ranah Minang. Perjodohan ini diabadikan dalam album Sinandong Dendang Melayu Pesisir alias Sinden Mesir ) antara lain lagu “ Pidayo Jodoh “ vocal Liya Vidya, lagu “ Duo Ranah “, vocal Fadhlan Syukri Batubara dengan Jeje Kaslina atau Ummi Habibah dengan Budi Rahman Nasution dan lagu “ Shaff Ria “, vocal Imwar R.Amanda, Kesemuanya di arranger oleh Adi Cs dengan iringan musik SMS “ Sry Musik “ Ranah Nata, produksi Studio “ Sry Record “ Ranah Nata dan Bai Pro Panyabungan. Hal ini bukanlah mengada-ngada, tetapi dikarenakan adanya lika liku perjodohan yang tak bias dilupakan antara lain sbb.;
1. Lagu “ Pidayo Jodoh “ adalah merupakan suatu kisah perjodohan pencipta lagu,sebab “ Talangkei “ membuat siasat ingin menjadikan calon Anakdaro menjadi menantunya. Akhir konflik perjodohan adalah dengan ditancapkannya sebilah pisau oleh adik ayahku ( Zainal Majid Batubara) dimuka rombongan Anakdaro dari Tamang ), barulah di dapat masalahnya karena sang talangkei lari dari pertemuan.
2. Lagu “ Duo Ranah “ adalah merupakan kisah perjodohan lanjutan serta masa berbulan madunya sang penganten. Masalah perjodohan, masing – masing pihak mempersiapkan calon pengganti dimana untuk pengganti calon Marapulei ( Shaff Ra Alisyahbana ) adalah sdr. Zamri dari Maligi Sumatera Barat, sedangkan pengganti calon Anakdaro adalah Tiurlan Lubis dari Ampung Padang, Batang Nata. Akhirnya, disaat diadakan acara Baralek kedua, sang pengganti turut jadi Pasumandan dan pendamping Anakdaro pada resepsi perkawinan, sedangkan sdr.Zamri pulang kampong meninggalkan Pulau Tamang.
3. Lagu “ Shaff Ria “ adalah lampias dari kesedihan hati yang diperolok – olokkan oleh sadrara kandung sendiri, sebab Allah belum mengurniakan amanah kepada pasangan ini sampai sekarang ini. Bermula dari usul orangtua, Bunda Toety Nuur Zaini, agar Doketek Basyiran memberikan anaknya yang ke-4 bernama Fadhlan Syukri kepada kami sebagai anak angkat, tetapi dikarenakan sering dikunjungi saban hari, si anak tak betah bersama kami dan hanya 13 hari bersama kami. Kemudian dijanjikan kembali “ anak yang masih janin “ dikatakan “ anak orang Simpang Ampek “. Tetapi, ketika janin bayi itu membesar menjadi seorang bayi, kami sambut dengan membelikan susu kaleng dan pemasangan ayunan di rumah kediaman kami, tapi sampai sekarang anak tersebut tak pernah kami dapati. Akhirnya, ketika Uci Fathimah Lisun berpulang kerahmatullah dalam usia 115 tahun, kami pergi ke Tamang dan ketika kami balik ke Nata, waktu di pelabuhan berlari seorang anak gadis kecil membawa sebuah tas sekolah, ingin bersekolah dan bersama kami, karena dia menangis ditinggalkan, kamipun membawanya. Ku masukkan gadis kecil itu ke SD Negeri No.142705 Natal dan seterusnya hingga pada tahun 2010, gadis kecil itu telah di wisuda di Universitas Graha Nusantara dengan kesarjanaan S.Pd. dan itulah dia Yuri Susanthy Chandra, S.Pd, Guru Tenaga Kerja Sukarela pada TKN Pembina Kecamatan Natal ( pendiri TK Aisyiyah Bustanul Athfal Natal tgl.19 Juli 1999). Akhirnya, anak angkat kami diabadikan sebagai “ Shaff Ria “ dalam keluarga kami menjadi keluarga SRY yaitu Shaff Ra Alisyahbana, Ria Sitty Chaniago dan Yuri Susanthy Chandra, S.Pd, sedangkan Chandra adalah Chaniago Batubara. Jadilah dia anak angkat kami sesuai dengan Keputusan Pangadilan Negeri No.02/Pdt.P./1995/PN.Psp.Nat. tgl.21 Maret 1995 dan nomor pendaftaran No.16/1995 dengan Hakim Maulana Harahap ,SH.
Dalam rangka Milad ke 60 Shaff Ra tgl. 19 April 2011 ini,sangat terkait dengan judul tulisan “ Shah Riyal Raja Uang “, sebab pada saat ini “ Uang telah di Rajakan “. Uang dapat mengatur segala –galanya. Kenapa tidak. Ingin berpendidikan tinggi adalah dengan Uang, ingin jadi Pegawai Negeri atau Swasta juga harus punya Uang dan segala urusan harus dengan Uang, sebab dia adalah “ RAJA “. Kesalahan , kelemahan , ke tidak suksesan dapat di tutupi dengan Uang sehingga tercapai “ Sukses dalam Laporan “. Apabila Uang telah dijadikan Raja dan dapat mengatur kehidupan , baik dalam Rumah Tangga , bermasyarakat , berlembaga atau bernegara, maka pupuslah sudah sopan santun , kepribadian , rasa malu dan segan menyegani, budi luhur atau adat disapu oleh kekuatan Uang. Kehidupan akan bernafsi – nafsi , menang sendiri dan berbuat bisa semena – mena serta wewenangpun merajalela karena jika terdapat kesalahan , amplop dapat berjasa membungkus uang pelicin “Pemberesan Urusan “. Itulah “ Shah Riyal Raja Uang “, tapi bukan “ Syahriyal Fahmy Batubara alias Shaff Ra yang juga dalam bahasa Arab yang berarti “ Bulan Pertama “ atau “ Sari Bulan “, sedangkan Shaff Ra yang juga bahasa Arab yang berarti Pasar , Perjalanan atau dalam bahasa Melayu Pesisir alias Mesir merupakan kain putih panjang yang dibentangkan dalam jamuan adat makan barapak sebagai tempat meletakkan segala hidangan makanan dan minuman.
Sry Fahmy Batubara yaitu nama Syahriyal dalam Pemerintahan , dimana sejak 01 Januari 1983 menjadi PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Unit Kerja SMPN 1 Natal hingga pension pada tgl. 01 Mei 2007 yang lalu , kini masih mengabdi disana , karena pihak Dinas Pendidikan tidak memperhatikan keadaan kepegawaian, dimana sejak aku pension, tidak ada satu orangpun PNS yang ditugaskan menjadi Pegawai Tata Usaha. Demikian juga masalah Bendaharawan, sejak aku menjabat Bendaharawan tahun 2000 sampai pension, hanya sebentar digantikan oleh Buyung Ito dan terakhir Rohmad S.Ag, kini dalam keadaan kosong. Demikian juga Guru Mata Pelajaran Kesenian dan Olahraga , BP dan Ketrampilan tidak ada yang PNS. Juga dikarenakan Uang, satu – satunya Pegawai tata Usaha boleh dipindah tugaskan ke unit lain , sementara dalam keadaan begitu, Yaahhh… Madina , Main Dimana – mana. Menurut pengamatan penulis yang telah bekerja selama 28 tahun , tidak pantas sikon ini disandang oleh calon Status Standard Nasional karena baru Standard Sekitar Natal alias SSN. Baik Kepala Sekolah maupun Guru – gurunya 85 persent adalah Putera Daerah atau Urang Nata, tetapi keadaan sekolahnya sembrawut ? Keadaan pagarnya banyak yang ompong dan bertumbab kata orang Nata, sarana prasarananya banyak yang rusak, lampu listrik nya Cuma dua titik yang hidup, sedangkan jaringan lainnya rusak , halaman bagaikan persawahan dan tanpa penghijauan atau perhiasan taman yang menyenangkan mata untuk melihatnya. Kita mengakui bahwa sekolah ini merupakan sekolah Negeri pertama di Ranah Nata yang sekarang menjadi Ketua Sub Rayon 11 se Kecamatan Natal , juga mejadi Sub Rayon kiriman bantuan sebagai gudang 8 sekolah di Pantai Barat. Dimanakah para Alumninya yang telah banyak “ Jadi Orang atau Pejabat Penyandang Titel Berganda “ atau yang sukses dalam Wiraswasta. Sesekali jenguklan tempat kau mengenal Huruf dan Angka atau Katabaku alias Kali Tambah Bagi Kurang.
Selanjutnya , sebagai penambah Kado Milad ke – 60th “ Shaff Ra “, aku tuangkan beberapa catatan sebagai berikut :
A. NAMA DAN ISTILAH :
Selama telah susutnya jatah hidupku di dunia berkurang 60 tahun , aku telah membuat nama atau istilah di Ranah Nata khususnya antara lain sebagai berikut :
PPL “ Safar Abady “ yaitu Pondok Pelepas Lelah yang sering dikunjungi Bapak Drs.H.Hakimil Nasution sewaktu menjabat Camat Natal.
Adat yaitu Alas Dasar Asli Tradisional
Al – Mariyah yaitu Alumni Madrasah Raudhatul Ilmiyah Nata
Arena yaitu Aneka Resep Nata
Arjuna yaitu Aneka Ragam Juadah Ranah Nata
BADORANA yaitu a. Bako Bundo Ranah Nata b.Bina Aktif Dosanak, Olah Ranah Nata Nataisasi Agamais
Badosanak yaitu Banyak Sumando Satu Peranakan
Baralek yaitu Bahan Ragam Koleksi
Barando Multatuli yaitu Balerong Ranah Nata dan Dokumentasi, Multi Data Tulisan dan Lisan
BATUBARA yaitu a. Bangkit Bersatu Bantu Rakyat b. Bako Andiko Tarombo Ulayat , Bundo Anduong Rao Ahli
BijaKodak yaitu Biro Jasa Komputer, Kolektor Dokumentasi Aktivitas
Chandra Kelana yaitu Chaniago Batubara Kelahiran Nata
Chandra yaitu Chaniago Batubara
Cinto Sembagus yaitu Cinduo Mato , Sembilan belas Agustus
CV Delta yaitu Deli Nata
DABUR yaitu Daftar Anggota Badorana Ulayat Ranah
Datuk yaitu Daerah Tugas Keulayatan
Deltacom yaitu Deli Nata Comunikation
Desir Pantai yaitu Dendang Pesisir Pantun Berantai.
Dosanak yaitu Sumando Satu Perabakan
Gelkusak yaitu Gelanggang Pencak Silat “ Kuau Shakty “ di Kampung Sawah.
Gema Agung Perkasa yaitu Gerakan Remaja Aliansi Gugung Perlaktalas Kampung Sawah
Gempita yaitu Gerakan Muda Mudi Pulau Tamang
GURU yaitu Garam Unruk Reformasi Ummat
IKS BADORANA yaitu Ikatan Keluarga Serumpun Bako Bundo Ranah Nata
Imam yaitu Ikutan Makmum Amaliah Muslim
JAMBAK yaitu Jamuan Bakti
Kamsahil yaitu Kampung Sawah Hilir
Kamsamud yaitu Kampung Sawah Mudik
Karangan yaitu Karya Rancang dan Angan-angan
Kelana yaitu Kesenian Lagu Ranah Nata
KISBAR yaitu Kode Index Surat Bado Rana
Kum Cerana yaitu Kumpulan Cerita Rakyat Nata , juara 2 Tapsel.
KUNTUM yaitu Kreativitas Ukhuwwah, Nasyid Teater Ultah dan Musabaqah Ikasap Nata.
Limpape yaitu Lima Paket Pelayanan
MALAKO yaitu a. Maso , Lamo Kuaso b. Maju Lancar dan Kondusif c. Mandanga Lagu Kito d .Mambaco Lagenda Baruko d. Malenggok Langgam Pusako.
Malaykat yaitu Manusia Pelayan Masyarakat
Mutasi yaitu Mulai Tanpa Korupsi
NAD yaitu Nata Aksi Demo
Nalibana yaitu Nata , Linggabayu, Ranto Baek dan batangnata jalur Timur
Namatak yaitu Nata , Mandailing dan Batak
NASAB yaitu Nomor Asnab Silsilah Anggota Badorana
Nasib yaitu Nata , Sinunukan dan Batahan >jalur Selatan
Nasyid Kuntum Ikasap Nata
Nasyid Melati OSIS SMPN Natal
NATA yaitu a. suasaNA TApian b. ceraNA TAmbo.
Nataisasi yaitu menjadikan Ranah Nata hidup dalam lingkungan adat istiadat
Natalisasi yaitu menjadikan Ranah Nata hidup mencontoh colonial atau Baratisme
Natarisasi yaitu menjadikan Ranah Nata lahan perladangan perusahaan sehingga hak rakyat diabaikanNatas yaitu Nata , Tabuyung dan Singkuang jalur Utara
Ombak Pantai yaitu Omong Bakaik Pantun Berantai
Omega Al – Badar yaitu Orkes Melayu dan Qasidah Al – Badar Pulau Tamang.
Pameo yaitu Pepatah petitih Melayu dan Omongan
Pandeka yaitu Pandai Cendekia dalam Kampung
Paragat yaitu Pajang Ragam Atribut
Patasqur Darfah yaitu Panti Asuhan Pengajian Al-Qur”an “ Darul Fahmy “ Palak Taleh Kampung Sawah.
PATIBU yaitu Pambangunan Tigo Bulan dalam rangka mendirikan SD “ Sinar Harapan “ di Palak Taleh Kampung Sawah Kecamatan Natal.
Pemimpin yaitu Peran dan Mimik Pintar
PENA yaitu bulletin pelajar SMPN 1 Natal dengan nama Pesisir Nata
Perladangan Mas Mekar yaitu Masa Membangun Karya di Batu Tuanku Kampong Sawah
Permata yaitu Permainan Remaja Ranah Nata
Pesona Pariwisata yaitu Peran dan Sosok Ranah , Pamer Nagari Wilayah, Sejarah Nata
PK IPM yaitu Pembina Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Pra Maja yaitu Prakiraan Masa Jabatan
PSBS yaitu Persatuan Sepakbola Bintang Selatan di Kampung Sawah
Pucuok Tambo Ulayat yaitu Pengurus Ulayat
Pucuok Tambo yaitu Pengurus Pusat
Pustaka yaitu Pusat Tampilan Karya
Qurdist yaitu Al – Qur”an dan Al – Hadist
Ranah Nata yaitu Rakyat Benah Nasib dan Tahta
RAO yaitu a. Saudara dan Organisasi b. Rakat , Aset dan Orangtua c. Ratok , Andung dan Onang-onang.
Reformasi yaitu Rencana dan Format Masa dan Kondisi
Renovasi yaitu Rencana Norak Valuta Korupsi
Safari yaitu Masa, Fakta dan Riwayat
Salra yaitu Syahriyal Batubara
Sanak yaitu Satu Peranakan
SATRIA PERKASA yaitu Satuan Tugas Sekretariat Penjelajah Ranah Kampung Sawah
Sejarah yaitu Seni Jelajah Ranah
Selada Pesta yaitu Senandung Lagu Daerah Pesisir Nata
Sentana yaitu Seni Tari Ranah Nata
Sentra Deli yaitu Seni Tradisional Dendang Asli
SERGAP yaitu Serentak Tigapuluh April
Sertifikasi yaitu Serba Tingkatkan Fikiran dan Kreatif Siswa
Shaff Ria yaitu Shaff Ra Alisyahbana dan Ria Sitty Chaniago
SIAR yaitu Sarana Informasi Aktivitas Raudhah atau Taman
Sinden Mesir yaitu Sinandong Dendang Melayu Pesisir atau Album CD Ranah Nata.
Sipadan yaitu Sisi Pancang Kedaulatan
SMS Sry Musik yaitu Sanggar Musik dan Seni
SRY yaitu a.Shaff Ra Alisyahbana , Ria Sitty Chaniago dan Yuri Susanthy Chandra, S.Pd. b. Sakinah , Rahmah dan Yawaddah
Sumando yaitu Sudaro Manjadi Dosanak
SURAT yaitu Saran Usul Respons, Aspirasi dan Tanggapan
Tadah Sirat yaitu Tarian Daerah Pesisir Barat
Tarikh yaitu Tahun Riwayat dan Khabar
Tas Pesta yaitu Tarikh Sejarah , Petikan Sejarah Nata
Temasa yaitu Tempat , Makam dan Sejarah
TP2 SAIR Nata yaitu Tim Penyusun Pembukuan Sejarah dan Adat Istiadat Ranah Nata
Wakjar Dikdas yaitu Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Warta Kejar yaitu bulletin laporan Kelompok Belajar
Wartawan yaitu Wajib Berita dan Wawancara
B. SINDEN MESIR :
Sinden Mesir adalah merupakan album lagu – lagu Daerah Ranah Nata berbahasa Melayu Pesisir atau MESIR ciptaan Shaff Ra Alisyahbana yang di arranger oleh Adi Cs dan di dendangkan oleh Putra Putri Ranah Nata. Diantara sekian banyak lagu-lagu, ku muatkan beberapa judul lagu yang telah dipersembahkan atau telah diproduksi oleh Studio Sry Record Ranah Nata atau telah di dendangkan dan sebagian masih ada videonya di Barando Multatuli Ranah Nata yaitu ;
Aceh Sitoli vocal Mhd.Rizal Tan Kim Lie dan Adi Cs. Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Sinden Mesir vocal Liya Vidya dan Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Ratok Pasandiengan vocal Fadhlan Syukri Batubara Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Iney Ba Ukie vocal Mulyadi P.Jambak Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Suntieng Tando vocal Liya Vidya Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Sasuku Samarga vocal Fadhlan S.Batubara dan Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Musibah Batu Banieng vocal Irwansyah Putra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Kamudi di Rusuok vocal Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Pidayo Jodoh vocal Liya Vidya Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Duo Ranah vocal Fadhlan S.Batubara dan Jeje Kaslina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Kawin Sipatu vocal Sry Wardahningsih dan Asdiana Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Gerep Nata vocal Sry Wardahningsih dan Esa Cipta Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Gerep Nasional vocal Sry Wardahningsih dan Esa C .Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Shaff Ria vocal Imwar R.Amanda Nst. Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Nasib Ranah vocal Imwar R.Amanda Nst. Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Ratok Nasib vocal Esa Cipta Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Upiek Ketek vocal Fadhlan S.Batubara dan Irwansyah Putra Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Manjujuo vocal Imwar R.Amanda dan Sry Wardahningsih Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Tingkuluok vocal Mardin Alwi Lubis Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Bungkuy Tarawang vocal Fadhlan S.Batubara/ Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Bungkuy Tarawang vocal Budi Rahman Nasution Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Duo Ranah vocal Budi R.Nasution dan Ummi Habibah Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Nasib Ranah vocal Budi R.Nasution dan Imwar R.Amanda Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Ratok Nasib vocal Ummi Habibah Mondoilik Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Aceh Sitoli vocal Adi cs Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Musibah Batu banieng vocal Budi Rahman Nasution Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Ratok Takbir vocal Imwar R.Amanda Nst Halal bilhalal Pulau Tamang
Temu Pisah vocal Imwar R.Amanda Nst Temu Pisah SMPN 3 Linggabayu
Fatwa Sry Musik vocal Sry Wardahningsih dan Imwar R.Amanda Nst. Resepsi Pernikahan Admansyah
HAI Madina vocal Esa C.Adelina , Sry Wardahningsih dan Imwar R.A Hari Aksara Internasional Madina
Kota Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Kota Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Mars Al – Ikhwan vocal Masnelly Purba Al- Ikhwan Fahmy Group
Pasir Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pasar Empat vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Terima Kasih vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Selamat Idulfitri vocal Murnia Tanjung Al- Ikhwan Fahmy Group
Dirgahayu HUTRI vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Hari Pahlawan vocal Hindun Lubis Al- Ikhwan Fahmy Group
Mars MTQ vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Selamat Jalan Kafilahku vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pulau Tamang vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pondok Pesantren vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Ulama dan Umara vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Aneh Tapi Nyata vocal Mahraini Omega Al – Badar Pulau Tamang
Qasidah Al – Badar vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Fatwa Seniman vocal Tiflaini Tiflan Omega Al – Badar Pulau Tamang
Baitul Maqdis vocal Syahraini Omega Al – Badar Pulau Tamang
Jilbab vocal Rosidah dan Gumala Sari Nasyid Melati OSIS SMPN 1 Natal
Ranah Nata vocal Meizarni Nasyid Kuntum Ikasap Natal
Rono Pitunang vocal Esa Cipta Adelina FG SMPN 1 Natal Porseni Madina
C. BUKU :
Disamping berbagai tulisan, Shaff Ra Alisyahbana juga ada menerbitkan beberapa buku kecil sederhana yaitu ;
01. Taman Ranah berisi 407 pantun Ranah Nata.
02. Sejarah Ranah Nata.
03. Kum Cerana berisi cerita Si Binguong Gadang.
04. Tas Pesta berisi beberapa petikan tulisan tentang Ranah Nata
05. Bamain Samo Gadang berisi berbagai permainan remaja Ranah Nata.
06. Saffanet , naskah drama disadur dari buku Pelarian dari Kota Makkah
07. Upiek Ketek , naskah drama dikoleksi dari berbagai tulisan tentang Upiek Ketek dan Multatuli.
08. Kuntum Benteng Huraba , naskah drama disadur dari buku Benteng Huraba S.Baya
09. Shaff Ria , naskah Kisah dalam Lagu dari Sinden Mesir Aceh Sitoli
10. Pra Maja Malako . berisi prakiraan masa jabatan Tuanku atau Raja Kerajaan Malako Ranah Nata.
11. Ranah Nata , Natar atau Natal , Sejarah Ranah Nata dari berbagai sumber buku tentang Ranah Nata
12. Riwayat Namantak , kumpulan tulisan dari internet tentang Ranah Nata , Mandailing dan Batak.
13. Qisah Naqsyabandiah , kumpulan berbagai artikel tentang Thariqat Naqsyabandiah Indonesia.
14. Yatimah Anak Pusako , naskah Kisah dalam Lagu dari Sinden Mesir Aceh Sitoli.
15. Jelajah Ranah Malako , berisi kisah penjelajahan Ranah Malako Kampung Sawah.
16. NAD SERGAP , kumpulan tulisan dari internet tentang tragedy Nata Aksi Demo dan Serentak Tigapuluh April.
D. Aktivitas Dinamika :
1. Tahun 1986, mengikuti Lamba Mengarang dalam Pekan Lomba Seni Tradisional & Modern Kabupaten Tapanuli Selatan dengan judul Kumpulan Cerita Rakyat Nata “ Kum Cerana “ dengan predikat Juara II.
2.Tahun 1987, mengikuti Lomba Mengarang Tingkat Dewasa HUTRI ke-42 Kabupaten Tapanuli Selatan dengan peringkat Juara II ,judul karangan Pesona Wisata Sirat Madina dengan predikat Juara II.
3.Tahun 1987, bersama Sanggar “ Citra Kirana “ Ranah Nata mengikuti Lomba Drama Perjuangan dalam Pekan Lomba Seni Tradisional & Modern Kabupaten Tapanuli Selatan dalam judul “ Benteng Huraba “ dengan predikat Juara Umum yaitu :a.Aktris Terbaik I = Zaminar Chandra
b.Aktor Terbaik I Syukral Dynatha
4.Tahun 1988, mengikuti Festival Nasyid Kecamatan Natal bersama Nasyid “ Kuntum “ Ikasap Natal dengan memperoleh Juara Umum.
5.Merobah atau mengusulkan kepada Pemerintah untuk :
a.Tidak menyebar luaskan pengajaran Seni Tari Plancer Madam oleh Penilik Kebudayaan Kandep Dikbudcam Natal kes – sekolah-sekolah, sebab itu bukan tradisi kesenian Ranah Nata ( berhasil ).
b.Mengembalikan letak arah Meriam Raffles yang mengarah ke Bukik Bandera ,supaya dimeblaikan kea rah semula ( Ujung Rakat Ranah Nata ( berhasil ).
c.Mengganti istilah nama-nama ranting Muhammadiyah se Cabang Natal yaitu Pasar I Natal menjadi Benteng Simpang Ampek , Pasar II Natal menjadi Pasir Tangah Padang, Pasar III Natal menjadi Kabun Pasar Borong, Setia Karya menjadi Tambak Pasar Panjang dan Bintuas menjadi Bintuas Pantai Barat ( berhasil ).
d.Menjadi Pimpinan Redaksi “ Warta Kejar “ Ranah Nata.
e.Menjadi Sekretaris Redaksi Bulletin “ Pena “ SMPN 1 Natal.
f.Menjadi penulis tetap pada Majalah Pesisir Nauli , Medan Sumatera Utara.
g.Menjadi Redaksi Daerah Ranah Nata pada Majalah Infosari Medan , Sumatera Utara.
h.Menjadi Redaktur Budaya Koran Dynamika Mandailing Natal.
E.Ucapan Terima Kasih
Dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu dan Saudara yang telah memberikan bantuan berupa pengiriman buku-buku Perpustakaan untuk Perpustakaan “ Bukik Bandera “ Ranah Nata yang saya kelolah, mudah-mudahan bermanfaat dan mendapat ganjaran fahala dari Yang Maha Esa. Terima Kasih kepada ;
01.Keluarga H.Sutan Husinsyah di Tebet Dalam – Jakarta
02.Keluarga Hi Soetan Kotobaroe Achmad di Lubuk Linggau – Bengkulu
03.Keluarga A.Alim Sumana di Jakarta
04.Keluarga DR.H B Jassin di Jakarta
05.Keluarga Drs.H. Syariful Mahya Bandar MA di Medan
06.Keluarga Deliansyah Bardan SE di Jakarta
07.Keluarga Hj.Puti Balkis Alisjahbana di Jakarta
08.Keluarga Poppy Sitty Wahyuna Sjahrir SH di Jakarta
09.Keluarga Sry Artha Ria Alisyahbana di Jakarta
10.Keluarga Maza Yudha di Bekasi
11.Keluarga Prof. DR .Ir .Rusjdi Saladin MSc di Padang
12.Keluarga Ir .H. Muhammad Daud Harahap MSc di Medan
13.Keluarga H. Muhammad Yusuf MM di Panyabungan
14.Keluarga H. Fachruddin Lubis di Medan
15.Keluarga Hj. Sumarni Batubara di Medan
16.Semua Penerbit yang telah mengirimkan buku – buku perpustakaan kepada kami.
D.Jabatan yang pernah dan sedang diduduki :
01.Anggota Pengurus KAPPI Komisariat SMPN Natal.
02.Guru SD Sinar Harapan Kampung Sawah (1975)
03.Guru Panti Al-Qur”an Darul Fahmy Kampung Sawah
04.Sekterais Gelanggang Pencak Silat Kuau Shakty Kampung Sawah
05.Sekretaris Persatuan Sepakbola Bintang Selatan Kampung Sawah
06.Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Natal ( 1975-1980)
07.Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Natal ( 1980 sampai sekarang ).
08.Sekretaris Panitia Pembangunan Mushalla Al-Amin Natal.
09.Wakil Sekretaris Panita Pembangunan Masjid Al-Huda Natal.
10.Sekretaris Lembaga Adat Budaya Ranah Nata.
11.Wakil Sekretaris Pengurus HIKMA Kecamatan Natal.
12.Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Syekh Abdul Fattah Natal.
13.Sekretaris Majlis Dakwah Islamiyah Kecamatan Natal.
14.Pimpinan Sanggar Chandra Kelana Agency Natal.
15.Pimpinan Sanggar Citra Kirana Kecamatan Natal.
16.Pimpinan Kejar Usaha Chandra Kelama Natal.
17.Pimpinan Kejar Usaha Shaffra Rischany Natal.
18.Sekretaris Bidang Seni Budaya PGRI Kecamatan Natal.
19.Penasehat Porsibon Pasar IV Natal.
20.Pimpred Warta Kejar Natal.
21.Pembina Nasyid Al-Ikhwan Pasar IV Natal.
22.Pembina Nasyid Kuntum Ikasap Natal.
23.Pembina Nayid Melati OSIS SMPN 1 Natal.
24.Pembina Omega Al- Badar Pulau Tamang.
25.Pembina Ikatan Putra Putri Ranah Nata ( Ikaperta) Natal.
26.Sekterais IKS Bako Bundo Ranah Nata ( Badorana ) Natal.
27.Dewan Redaksi Daerah Majalah Infosari Medan.
28.Redaktur Budaya Ranah Nata Koran Dynamika Panyabungan.
29.Sekretaris KSU Sakato Natal.
30.Sekretaris KPN SMP Negeri Natal.
31.Pimpinan Redaksi Bulletin Pena SMPN 1 Natal.
32.Sekretaris PHBI Kelurahan Pasar I Natal
33.Producer Sry Record Ranah Nata
E.KADO KENANGAN
Dalam rangka memasuki Milad ke – 60 Syah Riyal kami tampilkan beberapa kenangan sebagai KADO MILAD. Banyak kejian-kejadian selama 60 tahun sudah, tapi yang menjadi kenangan sepanjang perlu di NOSTALGIA kan yaitu :
A. KENANGAN :
1.“ DUO SRY “ , pada acara Baralek anak kami Yuri Susanthy Chandra,SPd tahun 2003 dulu, SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata mendatang seorang pendatang baru bernama Khadijah Mutiara Kasih asal Aceh. Untuk menambah perbendaharaan biduanita, Khadijah memperkenalkan seorang penyanyi nasyid Sry Wardahningsih dari Perbatasan Kecamatan Linggabayu. Pada suatu hari kami pergi mendatangi orangtua Sry di Perbatasan dan mudah – mudahan orangtuanya mengizinkan untuk bergabung dengan SMS Sry Musiq Ranah Nata. Kami berangkat dengan becak Masdi Efendi menuju Perbatasan. Ketika kami berada di tikungan Padangkandang, tiba-tiba roda muka copot dan lari sekitar 10 meter dari becak dan kamipun terhenyak. Khadijah Mutiara Kasih mengalami roknya koyak,sedangkan saya agak terpana atas kejadian itu, tetapi perjalanan tetap kami teruskan. Alhamdulillah , saat selanjutnya SMS mempunyai “ DUO SRY “ yaitu Sry Fahmy Batubara (Pimpinan) dan Sry Wardahningsih ( Biduanita ).
2.“ TIGO SRY “ , pada acara Baralek Mardin dengan Nurhidayah di Desa Perdamaian Baru Kecamatan Natal, kami menyuguhkan hiburan rakyat sampai waktu shubuh. Ketika masuk waktu lagu-lagu permintaan, si tuan rumah memintakan Ibu Pimpinan SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata untuk mendendangkan sebuah lagu kesayangannya. Ketiga SRY yang ada di Group Musik ini terkesima, tetapi Pimpinan menyerahkan permintaan tersebut kepada Sry Rahayu dan Sry Wardahningsih untuk mewakili Ibu Pimpinan. Ketika “ DUO SRY “ melantunkan lagunya, para penonton berciloteh “ Kok masih muda Ibu Pimpinan itu dan apakah isterinya dua orang ? “. Hatiku berdebar-debar dan setelah memperkenalkan Ibu Pimpinan kepada penonton, mereka memohon maaf atas ciloteh itu dan Ibu Pimpinan ( Ria Sitty Chaniago ) bersalaman dengan mereka. Pada saat itu SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata mempunyai “ TIGO SRY “ yaitu Sry Fahmy Batubara ( Pimpinan ) dan Sry Rahayu serta Sry Wardahningsih.
3." PUTRI SRY " , ketika SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata menampilkan lagu-lagu karya Shaff Ra Alisyahbana pada peringatan Hari Aksara Internasional ( HAI ) di Lapangan Aek Godang Panyabungan. Kami sengaja menciptakan lagu khusus berjudul “ HAI MADINA “ yang didendangkan oleh Sry Wardahningsih, Esa Cipta Adelina dan Imwar R.Amanda. Disamping itu dipersembahkan lagu Nasib Ranah, Ratok Nasib dan Shaff Ria yang ketiga nya ciptaan Shaff Ra Alisyahbana. Para penonton berciloteh “ On ma boru ni Bapak i “. Dikarenakan nama group Sry Musiq,mereka kaitkan dengan nama biduanita Sry Wardah ningsih. Disamping ciloteh mereka menukik mengatakan “ Tarieklah Pukek tu !! “. Rupanya di Mandailing, menarik pukat, sebutan terkenal untuk Ranah Nata. Hal yang sama juga kami terima ketika Sanggar “ Citra Kirana “ Ranah Nata menampilkan drama “ Benteng Huraba “ di Stadion Naposo Padangsidimpaun pada tahun 1987 dulu.
B. KADO MILAD >
1.Pada tahun ini kami menerima kiriman buku dari Bapak H.Fachruddin Lubis di Medan yaitu
a.Buku Asal Usul Marga di Mandailing karya Bapak Z.Pangaduan Lubis
b.Buku Arti Lambang dan Tata Rias Penganten dalam menanamkan nilai-nilai budaya
Daerah Sumatera Utara oleh Depdikbud Provinsi Sumatera Utara, Medan.
c.Buku Adat Budaya Mandailing karya Bapak H.Pandapotan Nasution, SH.
2.Satu buah Laktop Axer Arvis 5780 dari isteri tercinta Ria Sitty Chaniago sebagai hadiah Milad ke – 60 tgl.19 April 2011.
G.Ucapan Terima Kasih kepada seluruh Sanak, Dosanak dan Badosanak serta lainnya yang telah pernah bersama saya dalam kegiatan-kegiatan Sejarah & Adat Istaiadat Ranah *SAIR )Nata antara lain sbb.:
Adi Cs Arranger & Operator Panyabungan ,Adi Khadri Cameraman Hutabangun ,Ahmad Syukri Editor Hutabangun ,A Rafiq Artis Sikarakara,Asdiana Artis Tabuyung ,Azmian Nur Chandra Aktris Medan ,Basyiran Batubara Perwakilan Tambak ,Bayu Sastra Wiguna Operator Panyabungan ,Budi Rahman Nasution Editor Panyabungan ,Buyung Ito Bugis Aktor Simungkuk ,Drs Amir Husin Tanjung Budayawan Medan ,Drs H Ramli MM Donator Medan ,Drs Imron Harahap Kandepdikbudcam Nata Padangsidimpuan ,Drs Mukmin Nasution Budayawan Medan ,Edyan Rizal Aktor Tamang ,Esa Cipta Adelina Artis Padanglaweh ,Era Mendra Nasution Operator Padang,Fadhlan Syukri Artis Tambak ,Hatta Batubara Aktor Tapibukik,Helmi Bisri Aceh Aktor Simpang Ampek ,Hindun Lubis Penyanyi Tebingtinggi ,Hj.Amintauz Zuhriah Penyanyi Medan ,Imwar R Amanda Artis Kabun Lado,Irmawati Artis Panggautan ,Irwansyah Putra Artis Sinunukan ,Ishar Basri Batubara Tehnisi Kampung Bukik ,Ismayana Artis Pasa Bentieng ,Isrowiyah Chandra Deklamator ,Jeje Kaslina Artis Tegalsari ,Juliani Artis Pasa Borong ,Khaizar Aktor Panggautan ,Khodijah Mutiara Kasih Artis Pabetasan ,Liya Vidya Artis Panyabungan ,Mardin Alwi Lubis Artis Aek Garingging ,M Iqbal el Mard Aktor Medan ,M.Rizal Tan Kim Lie Tehnisi ,Muhammad Israel Lubis Panyabunan , Murnia Tanjung Penyanyi Pasa Bentieng ,Reza Ryan Melati Madina Hutabangun ,Ria Sitty Chaniago Bendahara Simpang Ampek ,Rina Syahfitrah Artis Pasa Panjang ,Ririyanti Artis Panggautan ,Sulismiatin Artis Sikarakara ,Sugianto Tanah Badagun , Sutan Baya Budayawan Padangsidimpuan ,Suwaryo SPd Taluk ,Sry Rahayu Artis Sikarakara ,Sry Wardaningsih Artis Pabatesan ,Syahrial Alamsyah Cameraman Panyabungan ,Syamsul Rizal Aktor Batahan ,Syukral Dynata Aktor Pokok Aru ,Ucok Marahganti Daulay Aktor Aek Sijornih ,Wardiyanto Tehnisi Medan ,Yudhi Syafrizal Aktor Cilik Sikarakara ,Yuri Susanthy Chandra, SPd. Sekretaris Simpang Ampek Zahiruddin Aktor Simungkuk ,Zaminar Chandra Aktris Pokok Aru ,Zarfuddin Pranata Sutrada Simungkuk ,Zulfahri Lubis Operatos Panyabungan.-
KADO MILAD KE 60 , 19 APRIL 2011.
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Shah dalam bahasa Arab berarti Raja, sedangkan Riyal juga dalam bahasa Arab berarti uang atau mata uang di negeri Arab. Jadi, Shah Riyal berarti “ RAJA UANG “.
Shah Riyal yang dimaksud dalam tulisan ini bukanlah Syahriyal , sebab Syahriyal yang juga dalam bahasa Arab berarti “ Bulan Pertama “ atau “ Sari Bulan “ yaitu nama dari seorang makhluk ciptaan Allah yang dilahirkan dari pasangan suami isteri Ahmad Fadhly Chumatiq Nangkodo Rajo bin Umar Rajo Ageh bin Muridun Pancang Peje Batubara bin Ubek yang datang dari Anginbarat Lama Tambangan Madina dan Toety Noor Zaini Rao binti Abdul Halim Pandeka bin Fathimani binti Abdul Ghafur bin Sambilan Balik Jambak dari Rao ,Sumatera Barat.
Syahriyal adalah nama fatihah yang diberikan orangtua ku dengan acara Tughun Ka Ayie di Tambak dengan disaksikan oleh Tokoh Adat , Agama , Negara , Sanak Dosanak Badosanak serta Madsyarakat Adat Ranah Nata. Aku merupakan anak yang ke 6 dari 7 bersaudara dan yang masih hidup sampai turunnya tulisan ini tinggal 3 orang lagi yang keseluruhannya “ Di Apik Bangkei “. Sidi Darwis diapit oleh alm.Syariful “Ali dan Akhmad Khudri, Doketek Basyiran diapit oleh Akhmad Khudri dan Nur Baity, sedangkan aku diapit oleh Unieng Nur Baity dan adinda Fadhlainy Batubara.
Beberapa nama atau gelar diberikan kepada saya antara lain Kiang dimasa kecil, Safar Abady dan Ustaz ketika di Palak Taleh, Guru di Tamang, CK ,Shaff Ra Alisyahbana di Simpang Ampek dan Sry Fahmy Batubara di kalangan Pemerintahan.
Kalau dikaji dari judul tulisan “ Shah Riyal Raja Uang “, memang dua kali menjadi “ Raja Sahari “ bersama “ Ratu Sahari “ yaitu Sitty Ruqaiyah Ohyong alias Ria Sitty Chaniago. Menjadi Raja pertama pada tgl.19 Juli 1976 di Pulau Tamang Kecamatan Batahan bersama hiburan Muda Ria Band, sedangkan menjadi Raja kedua pada tgl.19 Agustus 1976 di Tambak dengan hiburan ISBM Cabang Linggabayu dengan pementasan drama “ Ibu Tiri “ karya Sayful Anwar bin Muhd.Yunus Nasution alias Samyunas ).
Kalaulah orangtua berasal dari “ Duo Kampuong “ yaitu Kampuong Sawah dengan Kampuong Tangah, dimana pada masa kecil aku memang akrab di “ Tangah Sawah “ bersama orangtua, sebab orangtuaku adalah sepasang petani yang berpindah-pindah hingga sampai ke Sikumbu , Linggabayu dengan kenangan ibuku pernah hanyut disungai dan Doketek, abangku berkata “ Mak….., banyak-banyak adabuyuik kito de mak ? ”, karena orangtuaku bertanam limbuyuik alias labu seno pada masa darurat dulu.
Jika pertemuan orangtuaku antara “ Duo Kampuong “ , maka aku bertemu jodoh antara “ Duo Ranah “ yaitu Ranah Nata dengan Ranah Minang. Perjodohan ini diabadikan dalam album Sinandong Dendang Melayu Pesisir alias Sinden Mesir ) antara lain lagu “ Pidayo Jodoh “ vocal Liya Vidya, lagu “ Duo Ranah “, vocal Fadhlan Syukri Batubara dengan Jeje Kaslina atau Ummi Habibah dengan Budi Rahman Nasution dan lagu “ Shaff Ria “, vocal Imwar R.Amanda, Kesemuanya di arranger oleh Adi Cs dengan iringan musik SMS “ Sry Musik “ Ranah Nata, produksi Studio “ Sry Record “ Ranah Nata dan Bai Pro Panyabungan. Hal ini bukanlah mengada-ngada, tetapi dikarenakan adanya lika liku perjodohan yang tak bias dilupakan antara lain sbb.;
1. Lagu “ Pidayo Jodoh “ adalah merupakan suatu kisah perjodohan pencipta lagu,sebab “ Talangkei “ membuat siasat ingin menjadikan calon Anakdaro menjadi menantunya. Akhir konflik perjodohan adalah dengan ditancapkannya sebilah pisau oleh adik ayahku ( Zainal Majid Batubara) dimuka rombongan Anakdaro dari Tamang ), barulah di dapat masalahnya karena sang talangkei lari dari pertemuan.
2. Lagu “ Duo Ranah “ adalah merupakan kisah perjodohan lanjutan serta masa berbulan madunya sang penganten. Masalah perjodohan, masing – masing pihak mempersiapkan calon pengganti dimana untuk pengganti calon Marapulei ( Shaff Ra Alisyahbana ) adalah sdr. Zamri dari Maligi Sumatera Barat, sedangkan pengganti calon Anakdaro adalah Tiurlan Lubis dari Ampung Padang, Batang Nata. Akhirnya, disaat diadakan acara Baralek kedua, sang pengganti turut jadi Pasumandan dan pendamping Anakdaro pada resepsi perkawinan, sedangkan sdr.Zamri pulang kampong meninggalkan Pulau Tamang.
3. Lagu “ Shaff Ria “ adalah lampias dari kesedihan hati yang diperolok – olokkan oleh sadrara kandung sendiri, sebab Allah belum mengurniakan amanah kepada pasangan ini sampai sekarang ini. Bermula dari usul orangtua, Bunda Toety Nuur Zaini, agar Doketek Basyiran memberikan anaknya yang ke-4 bernama Fadhlan Syukri kepada kami sebagai anak angkat, tetapi dikarenakan sering dikunjungi saban hari, si anak tak betah bersama kami dan hanya 13 hari bersama kami. Kemudian dijanjikan kembali “ anak yang masih janin “ dikatakan “ anak orang Simpang Ampek “. Tetapi, ketika janin bayi itu membesar menjadi seorang bayi, kami sambut dengan membelikan susu kaleng dan pemasangan ayunan di rumah kediaman kami, tapi sampai sekarang anak tersebut tak pernah kami dapati. Akhirnya, ketika Uci Fathimah Lisun berpulang kerahmatullah dalam usia 115 tahun, kami pergi ke Tamang dan ketika kami balik ke Nata, waktu di pelabuhan berlari seorang anak gadis kecil membawa sebuah tas sekolah, ingin bersekolah dan bersama kami, karena dia menangis ditinggalkan, kamipun membawanya. Ku masukkan gadis kecil itu ke SD Negeri No.142705 Natal dan seterusnya hingga pada tahun 2010, gadis kecil itu telah di wisuda di Universitas Graha Nusantara dengan kesarjanaan S.Pd. dan itulah dia Yuri Susanthy Chandra, S.Pd, Guru Tenaga Kerja Sukarela pada TKN Pembina Kecamatan Natal ( pendiri TK Aisyiyah Bustanul Athfal Natal tgl.19 Juli 1999). Akhirnya, anak angkat kami diabadikan sebagai “ Shaff Ria “ dalam keluarga kami menjadi keluarga SRY yaitu Shaff Ra Alisyahbana, Ria Sitty Chaniago dan Yuri Susanthy Chandra, S.Pd, sedangkan Chandra adalah Chaniago Batubara. Jadilah dia anak angkat kami sesuai dengan Keputusan Pangadilan Negeri No.02/Pdt.P./1995/PN.Psp.Nat. tgl.21 Maret 1995 dan nomor pendaftaran No.16/1995 dengan Hakim Maulana Harahap ,SH.
Dalam rangka Milad ke 60 Shaff Ra tgl. 19 April 2011 ini,sangat terkait dengan judul tulisan “ Shah Riyal Raja Uang “, sebab pada saat ini “ Uang telah di Rajakan “. Uang dapat mengatur segala –galanya. Kenapa tidak. Ingin berpendidikan tinggi adalah dengan Uang, ingin jadi Pegawai Negeri atau Swasta juga harus punya Uang dan segala urusan harus dengan Uang, sebab dia adalah “ RAJA “. Kesalahan , kelemahan , ke tidak suksesan dapat di tutupi dengan Uang sehingga tercapai “ Sukses dalam Laporan “. Apabila Uang telah dijadikan Raja dan dapat mengatur kehidupan , baik dalam Rumah Tangga , bermasyarakat , berlembaga atau bernegara, maka pupuslah sudah sopan santun , kepribadian , rasa malu dan segan menyegani, budi luhur atau adat disapu oleh kekuatan Uang. Kehidupan akan bernafsi – nafsi , menang sendiri dan berbuat bisa semena – mena serta wewenangpun merajalela karena jika terdapat kesalahan , amplop dapat berjasa membungkus uang pelicin “Pemberesan Urusan “. Itulah “ Shah Riyal Raja Uang “, tapi bukan “ Syahriyal Fahmy Batubara alias Shaff Ra yang juga dalam bahasa Arab yang berarti “ Bulan Pertama “ atau “ Sari Bulan “, sedangkan Shaff Ra yang juga bahasa Arab yang berarti Pasar , Perjalanan atau dalam bahasa Melayu Pesisir alias Mesir merupakan kain putih panjang yang dibentangkan dalam jamuan adat makan barapak sebagai tempat meletakkan segala hidangan makanan dan minuman.
Sry Fahmy Batubara yaitu nama Syahriyal dalam Pemerintahan , dimana sejak 01 Januari 1983 menjadi PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Unit Kerja SMPN 1 Natal hingga pension pada tgl. 01 Mei 2007 yang lalu , kini masih mengabdi disana , karena pihak Dinas Pendidikan tidak memperhatikan keadaan kepegawaian, dimana sejak aku pension, tidak ada satu orangpun PNS yang ditugaskan menjadi Pegawai Tata Usaha. Demikian juga masalah Bendaharawan, sejak aku menjabat Bendaharawan tahun 2000 sampai pension, hanya sebentar digantikan oleh Buyung Ito dan terakhir Rohmad S.Ag, kini dalam keadaan kosong. Demikian juga Guru Mata Pelajaran Kesenian dan Olahraga , BP dan Ketrampilan tidak ada yang PNS. Juga dikarenakan Uang, satu – satunya Pegawai tata Usaha boleh dipindah tugaskan ke unit lain , sementara dalam keadaan begitu, Yaahhh… Madina , Main Dimana – mana. Menurut pengamatan penulis yang telah bekerja selama 28 tahun , tidak pantas sikon ini disandang oleh calon Status Standard Nasional karena baru Standard Sekitar Natal alias SSN. Baik Kepala Sekolah maupun Guru – gurunya 85 persent adalah Putera Daerah atau Urang Nata, tetapi keadaan sekolahnya sembrawut ? Keadaan pagarnya banyak yang ompong dan bertumbab kata orang Nata, sarana prasarananya banyak yang rusak, lampu listrik nya Cuma dua titik yang hidup, sedangkan jaringan lainnya rusak , halaman bagaikan persawahan dan tanpa penghijauan atau perhiasan taman yang menyenangkan mata untuk melihatnya. Kita mengakui bahwa sekolah ini merupakan sekolah Negeri pertama di Ranah Nata yang sekarang menjadi Ketua Sub Rayon 11 se Kecamatan Natal , juga mejadi Sub Rayon kiriman bantuan sebagai gudang 8 sekolah di Pantai Barat. Dimanakah para Alumninya yang telah banyak “ Jadi Orang atau Pejabat Penyandang Titel Berganda “ atau yang sukses dalam Wiraswasta. Sesekali jenguklan tempat kau mengenal Huruf dan Angka atau Katabaku alias Kali Tambah Bagi Kurang.
Selanjutnya , sebagai penambah Kado Milad ke – 60th “ Shaff Ra “, aku tuangkan beberapa catatan sebagai berikut :
A. NAMA DAN ISTILAH :
Selama telah susutnya jatah hidupku di dunia berkurang 60 tahun , aku telah membuat nama atau istilah di Ranah Nata khususnya antara lain sebagai berikut :
PPL “ Safar Abady “ yaitu Pondok Pelepas Lelah yang sering dikunjungi Bapak Drs.H.Hakimil Nasution sewaktu menjabat Camat Natal.
Adat yaitu Alas Dasar Asli Tradisional
Al – Mariyah yaitu Alumni Madrasah Raudhatul Ilmiyah Nata
Arena yaitu Aneka Resep Nata
Arjuna yaitu Aneka Ragam Juadah Ranah Nata
BADORANA yaitu a. Bako Bundo Ranah Nata b.Bina Aktif Dosanak, Olah Ranah Nata Nataisasi Agamais
Badosanak yaitu Banyak Sumando Satu Peranakan
Baralek yaitu Bahan Ragam Koleksi
Barando Multatuli yaitu Balerong Ranah Nata dan Dokumentasi, Multi Data Tulisan dan Lisan
BATUBARA yaitu a. Bangkit Bersatu Bantu Rakyat b. Bako Andiko Tarombo Ulayat , Bundo Anduong Rao Ahli
BijaKodak yaitu Biro Jasa Komputer, Kolektor Dokumentasi Aktivitas
Chandra Kelana yaitu Chaniago Batubara Kelahiran Nata
Chandra yaitu Chaniago Batubara
Cinto Sembagus yaitu Cinduo Mato , Sembilan belas Agustus
CV Delta yaitu Deli Nata
DABUR yaitu Daftar Anggota Badorana Ulayat Ranah
Datuk yaitu Daerah Tugas Keulayatan
Deltacom yaitu Deli Nata Comunikation
Desir Pantai yaitu Dendang Pesisir Pantun Berantai.
Dosanak yaitu Sumando Satu Perabakan
Gelkusak yaitu Gelanggang Pencak Silat “ Kuau Shakty “ di Kampung Sawah.
Gema Agung Perkasa yaitu Gerakan Remaja Aliansi Gugung Perlaktalas Kampung Sawah
Gempita yaitu Gerakan Muda Mudi Pulau Tamang
GURU yaitu Garam Unruk Reformasi Ummat
IKS BADORANA yaitu Ikatan Keluarga Serumpun Bako Bundo Ranah Nata
Imam yaitu Ikutan Makmum Amaliah Muslim
JAMBAK yaitu Jamuan Bakti
Kamsahil yaitu Kampung Sawah Hilir
Kamsamud yaitu Kampung Sawah Mudik
Karangan yaitu Karya Rancang dan Angan-angan
Kelana yaitu Kesenian Lagu Ranah Nata
KISBAR yaitu Kode Index Surat Bado Rana
Kum Cerana yaitu Kumpulan Cerita Rakyat Nata , juara 2 Tapsel.
KUNTUM yaitu Kreativitas Ukhuwwah, Nasyid Teater Ultah dan Musabaqah Ikasap Nata.
Limpape yaitu Lima Paket Pelayanan
MALAKO yaitu a. Maso , Lamo Kuaso b. Maju Lancar dan Kondusif c. Mandanga Lagu Kito d .Mambaco Lagenda Baruko d. Malenggok Langgam Pusako.
Malaykat yaitu Manusia Pelayan Masyarakat
Mutasi yaitu Mulai Tanpa Korupsi
NAD yaitu Nata Aksi Demo
Nalibana yaitu Nata , Linggabayu, Ranto Baek dan batangnata jalur Timur
Namatak yaitu Nata , Mandailing dan Batak
NASAB yaitu Nomor Asnab Silsilah Anggota Badorana
Nasib yaitu Nata , Sinunukan dan Batahan >jalur Selatan
Nasyid Kuntum Ikasap Nata
Nasyid Melati OSIS SMPN Natal
NATA yaitu a. suasaNA TApian b. ceraNA TAmbo.
Nataisasi yaitu menjadikan Ranah Nata hidup dalam lingkungan adat istiadat
Natalisasi yaitu menjadikan Ranah Nata hidup mencontoh colonial atau Baratisme
Natarisasi yaitu menjadikan Ranah Nata lahan perladangan perusahaan sehingga hak rakyat diabaikanNatas yaitu Nata , Tabuyung dan Singkuang jalur Utara
Ombak Pantai yaitu Omong Bakaik Pantun Berantai
Omega Al – Badar yaitu Orkes Melayu dan Qasidah Al – Badar Pulau Tamang.
Pameo yaitu Pepatah petitih Melayu dan Omongan
Pandeka yaitu Pandai Cendekia dalam Kampung
Paragat yaitu Pajang Ragam Atribut
Patasqur Darfah yaitu Panti Asuhan Pengajian Al-Qur”an “ Darul Fahmy “ Palak Taleh Kampung Sawah.
PATIBU yaitu Pambangunan Tigo Bulan dalam rangka mendirikan SD “ Sinar Harapan “ di Palak Taleh Kampung Sawah Kecamatan Natal.
Pemimpin yaitu Peran dan Mimik Pintar
PENA yaitu bulletin pelajar SMPN 1 Natal dengan nama Pesisir Nata
Perladangan Mas Mekar yaitu Masa Membangun Karya di Batu Tuanku Kampong Sawah
Permata yaitu Permainan Remaja Ranah Nata
Pesona Pariwisata yaitu Peran dan Sosok Ranah , Pamer Nagari Wilayah, Sejarah Nata
PK IPM yaitu Pembina Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Pra Maja yaitu Prakiraan Masa Jabatan
PSBS yaitu Persatuan Sepakbola Bintang Selatan di Kampung Sawah
Pucuok Tambo Ulayat yaitu Pengurus Ulayat
Pucuok Tambo yaitu Pengurus Pusat
Pustaka yaitu Pusat Tampilan Karya
Qurdist yaitu Al – Qur”an dan Al – Hadist
Ranah Nata yaitu Rakyat Benah Nasib dan Tahta
RAO yaitu a. Saudara dan Organisasi b. Rakat , Aset dan Orangtua c. Ratok , Andung dan Onang-onang.
Reformasi yaitu Rencana dan Format Masa dan Kondisi
Renovasi yaitu Rencana Norak Valuta Korupsi
Safari yaitu Masa, Fakta dan Riwayat
Salra yaitu Syahriyal Batubara
Sanak yaitu Satu Peranakan
SATRIA PERKASA yaitu Satuan Tugas Sekretariat Penjelajah Ranah Kampung Sawah
Sejarah yaitu Seni Jelajah Ranah
Selada Pesta yaitu Senandung Lagu Daerah Pesisir Nata
Sentana yaitu Seni Tari Ranah Nata
Sentra Deli yaitu Seni Tradisional Dendang Asli
SERGAP yaitu Serentak Tigapuluh April
Sertifikasi yaitu Serba Tingkatkan Fikiran dan Kreatif Siswa
Shaff Ria yaitu Shaff Ra Alisyahbana dan Ria Sitty Chaniago
SIAR yaitu Sarana Informasi Aktivitas Raudhah atau Taman
Sinden Mesir yaitu Sinandong Dendang Melayu Pesisir atau Album CD Ranah Nata.
Sipadan yaitu Sisi Pancang Kedaulatan
SMS Sry Musik yaitu Sanggar Musik dan Seni
SRY yaitu a.Shaff Ra Alisyahbana , Ria Sitty Chaniago dan Yuri Susanthy Chandra, S.Pd. b. Sakinah , Rahmah dan Yawaddah
Sumando yaitu Sudaro Manjadi Dosanak
SURAT yaitu Saran Usul Respons, Aspirasi dan Tanggapan
Tadah Sirat yaitu Tarian Daerah Pesisir Barat
Tarikh yaitu Tahun Riwayat dan Khabar
Tas Pesta yaitu Tarikh Sejarah , Petikan Sejarah Nata
Temasa yaitu Tempat , Makam dan Sejarah
TP2 SAIR Nata yaitu Tim Penyusun Pembukuan Sejarah dan Adat Istiadat Ranah Nata
Wakjar Dikdas yaitu Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Warta Kejar yaitu bulletin laporan Kelompok Belajar
Wartawan yaitu Wajib Berita dan Wawancara
B. SINDEN MESIR :
Sinden Mesir adalah merupakan album lagu – lagu Daerah Ranah Nata berbahasa Melayu Pesisir atau MESIR ciptaan Shaff Ra Alisyahbana yang di arranger oleh Adi Cs dan di dendangkan oleh Putra Putri Ranah Nata. Diantara sekian banyak lagu-lagu, ku muatkan beberapa judul lagu yang telah dipersembahkan atau telah diproduksi oleh Studio Sry Record Ranah Nata atau telah di dendangkan dan sebagian masih ada videonya di Barando Multatuli Ranah Nata yaitu ;
Aceh Sitoli vocal Mhd.Rizal Tan Kim Lie dan Adi Cs. Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Sinden Mesir vocal Liya Vidya dan Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Ratok Pasandiengan vocal Fadhlan Syukri Batubara Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Iney Ba Ukie vocal Mulyadi P.Jambak Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Suntieng Tando vocal Liya Vidya Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Sasuku Samarga vocal Fadhlan S.Batubara dan Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Musibah Batu Banieng vocal Irwansyah Putra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Kamudi di Rusuok vocal Rhina Syahfitra Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Pidayo Jodoh vocal Liya Vidya Album Sinden Mesir vol.1 Aceh Sitoli
Duo Ranah vocal Fadhlan S.Batubara dan Jeje Kaslina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Kawin Sipatu vocal Sry Wardahningsih dan Asdiana Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Gerep Nata vocal Sry Wardahningsih dan Esa Cipta Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Gerep Nasional vocal Sry Wardahningsih dan Esa C .Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Shaff Ria vocal Imwar R.Amanda Nst. Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Nasib Ranah vocal Imwar R.Amanda Nst. Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Ratok Nasib vocal Esa Cipta Adelina Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Upiek Ketek vocal Fadhlan S.Batubara dan Irwansyah Putra Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Manjujuo vocal Imwar R.Amanda dan Sry Wardahningsih Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Tingkuluok vocal Mardin Alwi Lubis Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Bungkuy Tarawang vocal Fadhlan S.Batubara/ Album Sinden Mesir vol.2 Shaff Ria
Bungkuy Tarawang vocal Budi Rahman Nasution Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Duo Ranah vocal Budi R.Nasution dan Ummi Habibah Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Nasib Ranah vocal Budi R.Nasution dan Imwar R.Amanda Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Ratok Nasib vocal Ummi Habibah Mondoilik Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Aceh Sitoli vocal Adi cs Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Musibah Batu banieng vocal Budi Rahman Nasution Album Minang Mix Hous Duo Ranah
Ratok Takbir vocal Imwar R.Amanda Nst Halal bilhalal Pulau Tamang
Temu Pisah vocal Imwar R.Amanda Nst Temu Pisah SMPN 3 Linggabayu
Fatwa Sry Musik vocal Sry Wardahningsih dan Imwar R.Amanda Nst. Resepsi Pernikahan Admansyah
HAI Madina vocal Esa C.Adelina , Sry Wardahningsih dan Imwar R.A Hari Aksara Internasional Madina
Kota Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Kota Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Mars Al – Ikhwan vocal Masnelly Purba Al- Ikhwan Fahmy Group
Pasir Natal vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pasar Empat vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Terima Kasih vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Selamat Idulfitri vocal Murnia Tanjung Al- Ikhwan Fahmy Group
Dirgahayu HUTRI vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Hari Pahlawan vocal Hindun Lubis Al- Ikhwan Fahmy Group
Mars MTQ vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Selamat Jalan Kafilahku vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pulau Tamang vocal Aminatuz Zuhriah Bandar Al- Ikhwan Fahmy Group
Pondok Pesantren vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Ulama dan Umara vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Aneh Tapi Nyata vocal Mahraini Omega Al – Badar Pulau Tamang
Qasidah Al – Badar vocal Zamidar Andestam Omega Al – Badar Pulau Tamang
Fatwa Seniman vocal Tiflaini Tiflan Omega Al – Badar Pulau Tamang
Baitul Maqdis vocal Syahraini Omega Al – Badar Pulau Tamang
Jilbab vocal Rosidah dan Gumala Sari Nasyid Melati OSIS SMPN 1 Natal
Ranah Nata vocal Meizarni Nasyid Kuntum Ikasap Natal
Rono Pitunang vocal Esa Cipta Adelina FG SMPN 1 Natal Porseni Madina
C. BUKU :
Disamping berbagai tulisan, Shaff Ra Alisyahbana juga ada menerbitkan beberapa buku kecil sederhana yaitu ;
01. Taman Ranah berisi 407 pantun Ranah Nata.
02. Sejarah Ranah Nata.
03. Kum Cerana berisi cerita Si Binguong Gadang.
04. Tas Pesta berisi beberapa petikan tulisan tentang Ranah Nata
05. Bamain Samo Gadang berisi berbagai permainan remaja Ranah Nata.
06. Saffanet , naskah drama disadur dari buku Pelarian dari Kota Makkah
07. Upiek Ketek , naskah drama dikoleksi dari berbagai tulisan tentang Upiek Ketek dan Multatuli.
08. Kuntum Benteng Huraba , naskah drama disadur dari buku Benteng Huraba S.Baya
09. Shaff Ria , naskah Kisah dalam Lagu dari Sinden Mesir Aceh Sitoli
10. Pra Maja Malako . berisi prakiraan masa jabatan Tuanku atau Raja Kerajaan Malako Ranah Nata.
11. Ranah Nata , Natar atau Natal , Sejarah Ranah Nata dari berbagai sumber buku tentang Ranah Nata
12. Riwayat Namantak , kumpulan tulisan dari internet tentang Ranah Nata , Mandailing dan Batak.
13. Qisah Naqsyabandiah , kumpulan berbagai artikel tentang Thariqat Naqsyabandiah Indonesia.
14. Yatimah Anak Pusako , naskah Kisah dalam Lagu dari Sinden Mesir Aceh Sitoli.
15. Jelajah Ranah Malako , berisi kisah penjelajahan Ranah Malako Kampung Sawah.
16. NAD SERGAP , kumpulan tulisan dari internet tentang tragedy Nata Aksi Demo dan Serentak Tigapuluh April.
D. Aktivitas Dinamika :
1. Tahun 1986, mengikuti Lamba Mengarang dalam Pekan Lomba Seni Tradisional & Modern Kabupaten Tapanuli Selatan dengan judul Kumpulan Cerita Rakyat Nata “ Kum Cerana “ dengan predikat Juara II.
2.Tahun 1987, mengikuti Lomba Mengarang Tingkat Dewasa HUTRI ke-42 Kabupaten Tapanuli Selatan dengan peringkat Juara II ,judul karangan Pesona Wisata Sirat Madina dengan predikat Juara II.
3.Tahun 1987, bersama Sanggar “ Citra Kirana “ Ranah Nata mengikuti Lomba Drama Perjuangan dalam Pekan Lomba Seni Tradisional & Modern Kabupaten Tapanuli Selatan dalam judul “ Benteng Huraba “ dengan predikat Juara Umum yaitu :a.Aktris Terbaik I = Zaminar Chandra
b.Aktor Terbaik I Syukral Dynatha
4.Tahun 1988, mengikuti Festival Nasyid Kecamatan Natal bersama Nasyid “ Kuntum “ Ikasap Natal dengan memperoleh Juara Umum.
5.Merobah atau mengusulkan kepada Pemerintah untuk :
a.Tidak menyebar luaskan pengajaran Seni Tari Plancer Madam oleh Penilik Kebudayaan Kandep Dikbudcam Natal kes – sekolah-sekolah, sebab itu bukan tradisi kesenian Ranah Nata ( berhasil ).
b.Mengembalikan letak arah Meriam Raffles yang mengarah ke Bukik Bandera ,supaya dimeblaikan kea rah semula ( Ujung Rakat Ranah Nata ( berhasil ).
c.Mengganti istilah nama-nama ranting Muhammadiyah se Cabang Natal yaitu Pasar I Natal menjadi Benteng Simpang Ampek , Pasar II Natal menjadi Pasir Tangah Padang, Pasar III Natal menjadi Kabun Pasar Borong, Setia Karya menjadi Tambak Pasar Panjang dan Bintuas menjadi Bintuas Pantai Barat ( berhasil ).
d.Menjadi Pimpinan Redaksi “ Warta Kejar “ Ranah Nata.
e.Menjadi Sekretaris Redaksi Bulletin “ Pena “ SMPN 1 Natal.
f.Menjadi penulis tetap pada Majalah Pesisir Nauli , Medan Sumatera Utara.
g.Menjadi Redaksi Daerah Ranah Nata pada Majalah Infosari Medan , Sumatera Utara.
h.Menjadi Redaktur Budaya Koran Dynamika Mandailing Natal.
E.Ucapan Terima Kasih
Dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu dan Saudara yang telah memberikan bantuan berupa pengiriman buku-buku Perpustakaan untuk Perpustakaan “ Bukik Bandera “ Ranah Nata yang saya kelolah, mudah-mudahan bermanfaat dan mendapat ganjaran fahala dari Yang Maha Esa. Terima Kasih kepada ;
01.Keluarga H.Sutan Husinsyah di Tebet Dalam – Jakarta
02.Keluarga Hi Soetan Kotobaroe Achmad di Lubuk Linggau – Bengkulu
03.Keluarga A.Alim Sumana di Jakarta
04.Keluarga DR.H B Jassin di Jakarta
05.Keluarga Drs.H. Syariful Mahya Bandar MA di Medan
06.Keluarga Deliansyah Bardan SE di Jakarta
07.Keluarga Hj.Puti Balkis Alisjahbana di Jakarta
08.Keluarga Poppy Sitty Wahyuna Sjahrir SH di Jakarta
09.Keluarga Sry Artha Ria Alisyahbana di Jakarta
10.Keluarga Maza Yudha di Bekasi
11.Keluarga Prof. DR .Ir .Rusjdi Saladin MSc di Padang
12.Keluarga Ir .H. Muhammad Daud Harahap MSc di Medan
13.Keluarga H. Muhammad Yusuf MM di Panyabungan
14.Keluarga H. Fachruddin Lubis di Medan
15.Keluarga Hj. Sumarni Batubara di Medan
16.Semua Penerbit yang telah mengirimkan buku – buku perpustakaan kepada kami.
D.Jabatan yang pernah dan sedang diduduki :
01.Anggota Pengurus KAPPI Komisariat SMPN Natal.
02.Guru SD Sinar Harapan Kampung Sawah (1975)
03.Guru Panti Al-Qur”an Darul Fahmy Kampung Sawah
04.Sekterais Gelanggang Pencak Silat Kuau Shakty Kampung Sawah
05.Sekretaris Persatuan Sepakbola Bintang Selatan Kampung Sawah
06.Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Natal ( 1975-1980)
07.Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Natal ( 1980 sampai sekarang ).
08.Sekretaris Panitia Pembangunan Mushalla Al-Amin Natal.
09.Wakil Sekretaris Panita Pembangunan Masjid Al-Huda Natal.
10.Sekretaris Lembaga Adat Budaya Ranah Nata.
11.Wakil Sekretaris Pengurus HIKMA Kecamatan Natal.
12.Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Syekh Abdul Fattah Natal.
13.Sekretaris Majlis Dakwah Islamiyah Kecamatan Natal.
14.Pimpinan Sanggar Chandra Kelana Agency Natal.
15.Pimpinan Sanggar Citra Kirana Kecamatan Natal.
16.Pimpinan Kejar Usaha Chandra Kelama Natal.
17.Pimpinan Kejar Usaha Shaffra Rischany Natal.
18.Sekretaris Bidang Seni Budaya PGRI Kecamatan Natal.
19.Penasehat Porsibon Pasar IV Natal.
20.Pimpred Warta Kejar Natal.
21.Pembina Nasyid Al-Ikhwan Pasar IV Natal.
22.Pembina Nasyid Kuntum Ikasap Natal.
23.Pembina Nayid Melati OSIS SMPN 1 Natal.
24.Pembina Omega Al- Badar Pulau Tamang.
25.Pembina Ikatan Putra Putri Ranah Nata ( Ikaperta) Natal.
26.Sekterais IKS Bako Bundo Ranah Nata ( Badorana ) Natal.
27.Dewan Redaksi Daerah Majalah Infosari Medan.
28.Redaktur Budaya Ranah Nata Koran Dynamika Panyabungan.
29.Sekretaris KSU Sakato Natal.
30.Sekretaris KPN SMP Negeri Natal.
31.Pimpinan Redaksi Bulletin Pena SMPN 1 Natal.
32.Sekretaris PHBI Kelurahan Pasar I Natal
33.Producer Sry Record Ranah Nata
E.KADO KENANGAN
Dalam rangka memasuki Milad ke – 60 Syah Riyal kami tampilkan beberapa kenangan sebagai KADO MILAD. Banyak kejian-kejadian selama 60 tahun sudah, tapi yang menjadi kenangan sepanjang perlu di NOSTALGIA kan yaitu :
A. KENANGAN :
1.“ DUO SRY “ , pada acara Baralek anak kami Yuri Susanthy Chandra,SPd tahun 2003 dulu, SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata mendatang seorang pendatang baru bernama Khadijah Mutiara Kasih asal Aceh. Untuk menambah perbendaharaan biduanita, Khadijah memperkenalkan seorang penyanyi nasyid Sry Wardahningsih dari Perbatasan Kecamatan Linggabayu. Pada suatu hari kami pergi mendatangi orangtua Sry di Perbatasan dan mudah – mudahan orangtuanya mengizinkan untuk bergabung dengan SMS Sry Musiq Ranah Nata. Kami berangkat dengan becak Masdi Efendi menuju Perbatasan. Ketika kami berada di tikungan Padangkandang, tiba-tiba roda muka copot dan lari sekitar 10 meter dari becak dan kamipun terhenyak. Khadijah Mutiara Kasih mengalami roknya koyak,sedangkan saya agak terpana atas kejadian itu, tetapi perjalanan tetap kami teruskan. Alhamdulillah , saat selanjutnya SMS mempunyai “ DUO SRY “ yaitu Sry Fahmy Batubara (Pimpinan) dan Sry Wardahningsih ( Biduanita ).
2.“ TIGO SRY “ , pada acara Baralek Mardin dengan Nurhidayah di Desa Perdamaian Baru Kecamatan Natal, kami menyuguhkan hiburan rakyat sampai waktu shubuh. Ketika masuk waktu lagu-lagu permintaan, si tuan rumah memintakan Ibu Pimpinan SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata untuk mendendangkan sebuah lagu kesayangannya. Ketiga SRY yang ada di Group Musik ini terkesima, tetapi Pimpinan menyerahkan permintaan tersebut kepada Sry Rahayu dan Sry Wardahningsih untuk mewakili Ibu Pimpinan. Ketika “ DUO SRY “ melantunkan lagunya, para penonton berciloteh “ Kok masih muda Ibu Pimpinan itu dan apakah isterinya dua orang ? “. Hatiku berdebar-debar dan setelah memperkenalkan Ibu Pimpinan kepada penonton, mereka memohon maaf atas ciloteh itu dan Ibu Pimpinan ( Ria Sitty Chaniago ) bersalaman dengan mereka. Pada saat itu SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata mempunyai “ TIGO SRY “ yaitu Sry Fahmy Batubara ( Pimpinan ) dan Sry Rahayu serta Sry Wardahningsih.
3." PUTRI SRY " , ketika SMS “ Sry Musiq “ Ranah Nata menampilkan lagu-lagu karya Shaff Ra Alisyahbana pada peringatan Hari Aksara Internasional ( HAI ) di Lapangan Aek Godang Panyabungan. Kami sengaja menciptakan lagu khusus berjudul “ HAI MADINA “ yang didendangkan oleh Sry Wardahningsih, Esa Cipta Adelina dan Imwar R.Amanda. Disamping itu dipersembahkan lagu Nasib Ranah, Ratok Nasib dan Shaff Ria yang ketiga nya ciptaan Shaff Ra Alisyahbana. Para penonton berciloteh “ On ma boru ni Bapak i “. Dikarenakan nama group Sry Musiq,mereka kaitkan dengan nama biduanita Sry Wardah ningsih. Disamping ciloteh mereka menukik mengatakan “ Tarieklah Pukek tu !! “. Rupanya di Mandailing, menarik pukat, sebutan terkenal untuk Ranah Nata. Hal yang sama juga kami terima ketika Sanggar “ Citra Kirana “ Ranah Nata menampilkan drama “ Benteng Huraba “ di Stadion Naposo Padangsidimpaun pada tahun 1987 dulu.
B. KADO MILAD >
1.Pada tahun ini kami menerima kiriman buku dari Bapak H.Fachruddin Lubis di Medan yaitu
a.Buku Asal Usul Marga di Mandailing karya Bapak Z.Pangaduan Lubis
b.Buku Arti Lambang dan Tata Rias Penganten dalam menanamkan nilai-nilai budaya
Daerah Sumatera Utara oleh Depdikbud Provinsi Sumatera Utara, Medan.
c.Buku Adat Budaya Mandailing karya Bapak H.Pandapotan Nasution, SH.
2.Satu buah Laktop Axer Arvis 5780 dari isteri tercinta Ria Sitty Chaniago sebagai hadiah Milad ke – 60 tgl.19 April 2011.
G.Ucapan Terima Kasih kepada seluruh Sanak, Dosanak dan Badosanak serta lainnya yang telah pernah bersama saya dalam kegiatan-kegiatan Sejarah & Adat Istaiadat Ranah *SAIR )Nata antara lain sbb.:
Adi Cs Arranger & Operator Panyabungan ,Adi Khadri Cameraman Hutabangun ,Ahmad Syukri Editor Hutabangun ,A Rafiq Artis Sikarakara,Asdiana Artis Tabuyung ,Azmian Nur Chandra Aktris Medan ,Basyiran Batubara Perwakilan Tambak ,Bayu Sastra Wiguna Operator Panyabungan ,Budi Rahman Nasution Editor Panyabungan ,Buyung Ito Bugis Aktor Simungkuk ,Drs Amir Husin Tanjung Budayawan Medan ,Drs H Ramli MM Donator Medan ,Drs Imron Harahap Kandepdikbudcam Nata Padangsidimpuan ,Drs Mukmin Nasution Budayawan Medan ,Edyan Rizal Aktor Tamang ,Esa Cipta Adelina Artis Padanglaweh ,Era Mendra Nasution Operator Padang,Fadhlan Syukri Artis Tambak ,Hatta Batubara Aktor Tapibukik,Helmi Bisri Aceh Aktor Simpang Ampek ,Hindun Lubis Penyanyi Tebingtinggi ,Hj.Amintauz Zuhriah Penyanyi Medan ,Imwar R Amanda Artis Kabun Lado,Irmawati Artis Panggautan ,Irwansyah Putra Artis Sinunukan ,Ishar Basri Batubara Tehnisi Kampung Bukik ,Ismayana Artis Pasa Bentieng ,Isrowiyah Chandra Deklamator ,Jeje Kaslina Artis Tegalsari ,Juliani Artis Pasa Borong ,Khaizar Aktor Panggautan ,Khodijah Mutiara Kasih Artis Pabetasan ,Liya Vidya Artis Panyabungan ,Mardin Alwi Lubis Artis Aek Garingging ,M Iqbal el Mard Aktor Medan ,M.Rizal Tan Kim Lie Tehnisi ,Muhammad Israel Lubis Panyabunan , Murnia Tanjung Penyanyi Pasa Bentieng ,Reza Ryan Melati Madina Hutabangun ,Ria Sitty Chaniago Bendahara Simpang Ampek ,Rina Syahfitrah Artis Pasa Panjang ,Ririyanti Artis Panggautan ,Sulismiatin Artis Sikarakara ,Sugianto Tanah Badagun , Sutan Baya Budayawan Padangsidimpuan ,Suwaryo SPd Taluk ,Sry Rahayu Artis Sikarakara ,Sry Wardaningsih Artis Pabatesan ,Syahrial Alamsyah Cameraman Panyabungan ,Syamsul Rizal Aktor Batahan ,Syukral Dynata Aktor Pokok Aru ,Ucok Marahganti Daulay Aktor Aek Sijornih ,Wardiyanto Tehnisi Medan ,Yudhi Syafrizal Aktor Cilik Sikarakara ,Yuri Susanthy Chandra, SPd. Sekretaris Simpang Ampek Zahiruddin Aktor Simungkuk ,Zaminar Chandra Aktris Pokok Aru ,Zarfuddin Pranata Sutrada Simungkuk ,Zulfahri Lubis Operatos Panyabungan.-
Jumat, 08 April 2011
SITUS BANGSA
SITUS BANGSA DI RANAH NATA
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
RANAH NATA adalah Ranah tertua di Sumatera khususnya di Mandailing karena pada zaman Nabi Sulaiman ( + 900 ) telah dihuni oleh orang Arab, Bugis dan Batak (baca Mandailing).Dari berbagai macam ragam adat dan seni budaya di Ranah Nata, ada situs-situs peninggalan yang sampai kini tumbuh berkembang dan tetap lestari di dalam alunan gelombang Era Globalisasi saat sekarang ini hingga tetap diadat seni budayakan di Ranah Nata yang kini dipopulerkan penjajah dengan nama Natal.
Untuk itu disampaikan sekilas atau sekelumit Situs-situs Bangsa di Ranah Nata antara lain sebagai berikut :
A.BANGSA ARAB
Bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali datang di Ranah Nata dan bangsa Arablah yang memberikan sebutan RANAH NATA yang kini bernama Natal. Bangsa Arab yang pertama kali adalah saudagar dan penyiar Agama Islam Ibnu Bathuthah sekitar tahun 1325 – 1345, kemudian Syekh Maghribi Maula na Malik Ibrahim pada tahun 1412 dan kemudian masuknya faham Karmatiah pada tahun 1822. Dari kedatangan mereka terdapat beberapa Situs Bangsa antara lain sebagai berikut :
1).RANAH NATA yaitu sebutan nama tempat ini oleh Ibnu Bathuthah yang diberikan ketika beliau mendapati sebuah tragedy hukuman dera terhadap se orang terhukum yang dilaksanakan di sebuah bukit kecil yang bernama Bukik Mandera. Kejadian itu terdengar : Jeritan di atas sebuah bukit kecil yang di dalam bahasa Arab disebut “ RANAH NATA “.
2).BAJU BATABUOH yaitu baju jas yang dipakai oleh pengantin laki-laki ( MARA PULEI ) diwaktu Baralek di Ranah Nata. Baju ini berasal dari Turki dan di karenakan dihias dengan taburan beberapa sulaman di sekitar pinggiran baju, lengan baju dan kerah baju , maka dikatakan Baju Batabuoh.
3).KUPIAH ARAB yang biasa juha disebut Kupiah Tarbus yang dikapai oleh Mara pulley ketika diadakan acara Arak Haji.
4).JUBAH HAJI yaitu pakaian haji dan hajjah yang dipakaikan ketika diadakan Arak Haji dan Arak Tamat Kaji.
5).BAJU MANDUARA yaitu pakaian pengantin perempuan ( ANAKDARO ) ketika di adakan Arak Haji dan Arak Tamat Kaji.
6).SALENDANG MANDUARA juga dipergunakan untuk melengkapi pakaian hajjah.
7).CINCIN MASTURA yaitu sejenis hiasan sebagai pelambang TANDO yang harus di tebus oleh calon Marapuley di dalam acara Ma Anta Tando ( Bertunangan ).
8).SONGKOK yaitu hiasan pengungkung Salendang Manduara dan Kupiah Tarbus.
9).DARAHAM yaitu berupa hiasan berbentuk rantai dan gelang yang terbuat dari untaian uang Arab bernama Dirham.
10).MAQAM ARAB yaitu lokasi pekuburan Syekh Al-Arabi di puncak bukit
Bandera
B.BANGSA CHINA
Bangsa China adalah bangsa yang kedua datang ke Ranah Nata yaitu pada tahun 1412 yaitu kedatangan H.Sham Poboo yang singgah di Singkuang karena kapal mereka pecah. Dengan demikian mereka membuka penggergajian kayu untuk membuat kapal Ajung mereka. Dari kedatangan bangsa China ini ada terdapat beberapa Situs peninggalannya antara lain ;
1).BATU AJUONG yang terdapat di lautan Indonesia di Singkuang yang berbentuk sebuah batu seperti kapal besar.
2).SING KWANG yaitu asal nama Singkuang yang diberikan oleh H.Sham Po Boo yang berarti “ tanah baru “.
3).KUN KUN adalah sebuah tempat bermain-mainnya para orang China, lalu dina makan tempat itu Kunkun yang berarti “ berleha-leha/bersantai “.
4).BUKIK CUKONG yang terdapat di Pasa Kabun Desa Pasar III Nata yaitu lokasi pemakaman orang-orang China seperti Lie Moo Kim , Tee Tjik Pio, Sam Lay Nio, Sho Tian Po dll.
5).MENAN - MENAN yaitu paragat perhiasan tempat pelaminan pengantin seperti angkin, gaja menong, can dey dan lainnya (bergabung dengan corak Minang).
6).TARI SALENDANG yaitu berasal dari Tari Ungko Baba yang dijadikan tarian di Ranah Nata.
7).SAGU JAO yaitu irama dendang sebagai ratatap dari seorang yang meratapi kematian seorang anaknya.
8).BAJU GUNTIENG CHINO yaitu sejenis kemeja tanpa kain kerah/kelepak baju.
C.BANGSA HINDUSTAN .
Kedatangan bangsa Hindustan belum didapatkan data kedatangannya, tetapi pada waktu pelantikan Raja kedelapan Tuanku Marah Ahmad Tuanku Pansiun tahun 1882, seorang bangsa Hindustani yang bernama Ahmeed Sharkanie bersama Si Tiuok menampil tarian kese nian Ranah Nata. Dari kedatangan bangsa Hindustani ( India) terdapat beberapa situs bangsa antara lain sbb.:
1).BA UPAH-UPAH yaitu suatu cara kepercayaan untuk menghimbau semangat yang telah pergi (ilang sumangek) dengan pembacaan mantra-mantra ala irama India.
2).DEWA yaitu seorang pemain Sinduang Simuntu Dayak yang memakai pakaian baju peri dengan bersayap seperti kupu-kupu dengan menari-nari menyongsong para pemain lainnya dalam permainan Sinduang.
3).ANDAM TATAK KODEY yang mengikis bulu-bulu dahi perempuan dengan menjurai kan rambut bagian muka dan dipotong rata, kemudian dihias dengan Tatak Kondey.
4).TARIAN RANAH NATA sebagian diajarkan oleh Ahmeed Sharkani Hindustani.
D.BANGSA SI PATOKAH ( PORTUGIS ).
Bangsa yang ketiga masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Portugis disekitar tahun 1492 - 1945, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1525 dan pada tahun 1775 membeli rempah (lada) di Taluok Balei , Pesisir Barat Ranah Nata. Karena panorama pelabuhan Ranah Nata mirip indahnya dengan Natal yang ada di Pro vinsi Durban Afrika Selatan, lalu Ranah Nata dinamakan Si Patokah dengan nama Natal. Dari masa kedatangan mereka terdapat beberapa situs antara lain:
1).CABANG yaitu sebuah penutup kelapa Pengantin yang terbuat dari emas, perak dan loyang terdiri dari 3 tingkat yang melambangkan “ Tungku Tigo Sajarangan “. Bentuk ini dicontoh dari topi baja bangsa Portugis yang diprakarsai oleh Ratu Ranah Nata yaitu PUTI JUNJUONG NAI MANGATAS.
2).GHAIN ARAB yaitu tata cara penyebutan huruf er ( R ) seperti penyebutan huruf Arab Ghain dan huruf penghabisan el ( L ) menjadi hilang.
contoh :Rayo ,Rancak,Sirah menjadi Ghayo,Ghancak dan Sighah.Kapal.Bantal,menjadi Kapa,Banta,kecuali bahasa yang baru atau bahasa luar Ranah Nata.
3).BAJU ROMPI yaitu baju bagian luar dari pakaian Baju Batabuoh dengan tanda tanda kebesaran Kontler yang dipasang dileher,bahu dan pinggir lengan baju.
4).BENTENG yaitu benteng pertahanan yang dibangun di Pasa Bentieng dengan ukuran besar, tetapi sekarang telah dijadikan tempat penyimapan ikan oleh penduduk.
E.BANGSA ULANDO (BELANDA)
Bangsa yang keempat masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Belanda yang di Ranah Nata dinamakan Ulando disekitar tahun 1632, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1829 mulai dikuasai oleh Konteler Belanda. Dari kedatangan bangsa Belnda terdapat situs-situs bangsa antara lain :
1).POHON MAHONI yang ditanam di sekeliling Lapangan Merdeka Nata dan pinggir jalan jalur NATAS (NATURA) bagian Utara,jalur NASIB (NATASEL) bagian Selatan , jalur NALIBANA (NATAMUR ) bagian Timur.
2).TANGSI HITAM yaitu lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan yang dibangun tahun 1864. Tetapi sekarang telah direnovasi dengan gaya baru.
3).KUBUO MADAM yang terdapat disamping rumah Dubalang Rajo Pasa Kabun Nata yaitu komplek Rumah nan Gadang Kerajaan Malako Ranah Nata.
4).SUMUO MULTATULI yang terdapat di Pokok Aru , Komplek Kantor Kontler Belanda disamping rumah kediaman Edward Douwwes Dekker ( Multatuli ).
5).RUMAH MULTATULI yaitu tempat kediaman Kontler Belanda Edward Douwwes Dekker di samping Sumur Multatuli.
6).KANTOR KONTLER yaitu komplek perkantoran Belanda , sekarang telah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Natal.
F.BANGSA ANGGAREY ( INGGERIS ) :
Bangsa yang kelima masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Inggeris disekitar tahun 1762, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1775 dan bertahan di Ranah Nata dan pada tahun 1818 masuk Stanford Raffles. Pada tahun 1762, bangsa Inggeris mengadakan perundingan dengan Datu Besar Ranah Nata dan mereka menamakan Ranah Nata menjadi Natal. Situs-situs bangsa yang tertinggal di Ranah Nata antara lain sebagai berikut yaitu :
1).MERIAM RAFFLES yang terdapat di pinggir pantai dekat Tugu Proklamasi Kemerdekaan RI yang mengarah kelaut sebagai pengintai kapal yang muncul dari balik Ujuong Rakat Ranah Nata.
2).KUBUO ANGGAREY yang terdapat di Pasa Bentieng Jambuo Rao (jalan Buntu) di samping rumah mantan Dewan Nagari alm.H.Sutan Chaidir. Kini sudah rata dengan tanah karena telah dijadikan pertapakan rumah penduduk.
G.BANGSA SI PENDEK ( JEPANG ).
Bangsa yang terakhir masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Si Pendek(Jepang ) disekitar tahun 1942 sampai dengan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) tgl.17 Agustus 1945. Bangsa Jepang meningalkan situsnya di Ranah Nata antara lain yaitu ;
1).BRAND KAS yang terdapat di halaman Sekolah Polisi pertama Sumatera Utara yaitu SD Negeri 142704 Natal yang kini mendambakan rehabilitasi pemugaran.
2).JALAN JAPANG yang dibangun disepanjang lereng perbukitan Kampung Bukik , Banjar Agam , Bukik Bandera dan Bukik Simungkuk hingga ke Karan, Pincuran Dewa.
3).LUBANG JAPANG yang terdapat di Simpang Sirah Bukik Taropong yaitu trowongan sampai kelaut dan perbatasan dengan Palak Taleh. Tetapi sekarang banyak orang yang tidak menemukannya karena sulitnya pencaharian lokasi.
4).BUKIK JAPANG yang terdapat di Bangey Guguong, Palak Taleh yaitu tempat berkebunnya orang-orang Jepang sambil mengintip musuh yang datang.
5).JAMBUOH NIPPON yang sekarang biasa disebut Jambuh Ipoh yang terdapat di hutan Kampung Sawah dan Patiluban Ranah Nata.
H.BANGSA INDONESIA ( NUSANTARA ).
Bangsa sendiri yang datang ke Ranah Nata untuk bergabung dan ikut serta membangun Ranah Nata adalah bangsa Indrapura , Ujung Gading, Bugis, Bengkulu , Aceh , Minangkabau dan etnis lain - lainnya. Berbagai macam situs etnis yang masuk dan dipakai dalam Sdat Istiadat dan Seni Budaya Ranah Nata antara lain sebagai berikut :
1.Kain Songket dari Palembang
2.Kain Songket dari Batubara
3.Salendang Bugih dari Sulawesi
4.Kain Samarenda dari Kalimantan
5.Kain Bugih dari Sulawesi
6.Kain Jao dari Jawa
7.Kain Batik dari Jawa
8.Kain Silungkang dari Minangkabau
9.Salendang Akbari dari Minangkabau
10.Kain Songket dari Bengkulu
11.Paragat Tujuoh dari Minangkabau
12.Sarewa Lambuok dari Minangkabau
13.Aguong dan Canang dari Minangkabau
14.Tari Pirieng dari Minangkabau
15.Tari Dabuy dari Aceh
16.Tari Payuong dari Minang
17.Tari Salendang dari Bengkulu
18.Makan Sirih dari Nias
19.Lagu Sikambang dari Sibolga
20.Badampieng dari Sibolga
21.Ikek dari Minangkabau
22.Saluok dari Minangkabau
23.Salendang Tanahliek dari Bengkulu
24.Badikie dari Aceh
25.Arak Kulilieng dari Aceh
26.Bagimda dari Aceh
27.Tari Duo Baleh dari Melayu
28.Ba Andam dari Melayu
29.Kupiah dari Aceh
Demikianlah beberapa situs bangsa-bangsa yang terdapat di Ranah Nata, baik bangsa dari luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maupun berbagai etnis suku Bangsa Indonesia yang ada di Ranah Nata, sebab Ranah Nata terdiri atas " LIMO DATUOK SALAPAN SUKU ".
Tareima kasih dan mohon tegur sapa perbaikan jika ada yang salah.
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
RANAH NATA adalah Ranah tertua di Sumatera khususnya di Mandailing karena pada zaman Nabi Sulaiman ( + 900 ) telah dihuni oleh orang Arab, Bugis dan Batak (baca Mandailing).Dari berbagai macam ragam adat dan seni budaya di Ranah Nata, ada situs-situs peninggalan yang sampai kini tumbuh berkembang dan tetap lestari di dalam alunan gelombang Era Globalisasi saat sekarang ini hingga tetap diadat seni budayakan di Ranah Nata yang kini dipopulerkan penjajah dengan nama Natal.
Untuk itu disampaikan sekilas atau sekelumit Situs-situs Bangsa di Ranah Nata antara lain sebagai berikut :
A.BANGSA ARAB
Bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali datang di Ranah Nata dan bangsa Arablah yang memberikan sebutan RANAH NATA yang kini bernama Natal. Bangsa Arab yang pertama kali adalah saudagar dan penyiar Agama Islam Ibnu Bathuthah sekitar tahun 1325 – 1345, kemudian Syekh Maghribi Maula na Malik Ibrahim pada tahun 1412 dan kemudian masuknya faham Karmatiah pada tahun 1822. Dari kedatangan mereka terdapat beberapa Situs Bangsa antara lain sebagai berikut :
1).RANAH NATA yaitu sebutan nama tempat ini oleh Ibnu Bathuthah yang diberikan ketika beliau mendapati sebuah tragedy hukuman dera terhadap se orang terhukum yang dilaksanakan di sebuah bukit kecil yang bernama Bukik Mandera. Kejadian itu terdengar : Jeritan di atas sebuah bukit kecil yang di dalam bahasa Arab disebut “ RANAH NATA “.
2).BAJU BATABUOH yaitu baju jas yang dipakai oleh pengantin laki-laki ( MARA PULEI ) diwaktu Baralek di Ranah Nata. Baju ini berasal dari Turki dan di karenakan dihias dengan taburan beberapa sulaman di sekitar pinggiran baju, lengan baju dan kerah baju , maka dikatakan Baju Batabuoh.
3).KUPIAH ARAB yang biasa juha disebut Kupiah Tarbus yang dikapai oleh Mara pulley ketika diadakan acara Arak Haji.
4).JUBAH HAJI yaitu pakaian haji dan hajjah yang dipakaikan ketika diadakan Arak Haji dan Arak Tamat Kaji.
5).BAJU MANDUARA yaitu pakaian pengantin perempuan ( ANAKDARO ) ketika di adakan Arak Haji dan Arak Tamat Kaji.
6).SALENDANG MANDUARA juga dipergunakan untuk melengkapi pakaian hajjah.
7).CINCIN MASTURA yaitu sejenis hiasan sebagai pelambang TANDO yang harus di tebus oleh calon Marapuley di dalam acara Ma Anta Tando ( Bertunangan ).
8).SONGKOK yaitu hiasan pengungkung Salendang Manduara dan Kupiah Tarbus.
9).DARAHAM yaitu berupa hiasan berbentuk rantai dan gelang yang terbuat dari untaian uang Arab bernama Dirham.
10).MAQAM ARAB yaitu lokasi pekuburan Syekh Al-Arabi di puncak bukit
Bandera
B.BANGSA CHINA
Bangsa China adalah bangsa yang kedua datang ke Ranah Nata yaitu pada tahun 1412 yaitu kedatangan H.Sham Poboo yang singgah di Singkuang karena kapal mereka pecah. Dengan demikian mereka membuka penggergajian kayu untuk membuat kapal Ajung mereka. Dari kedatangan bangsa China ini ada terdapat beberapa Situs peninggalannya antara lain ;
1).BATU AJUONG yang terdapat di lautan Indonesia di Singkuang yang berbentuk sebuah batu seperti kapal besar.
2).SING KWANG yaitu asal nama Singkuang yang diberikan oleh H.Sham Po Boo yang berarti “ tanah baru “.
3).KUN KUN adalah sebuah tempat bermain-mainnya para orang China, lalu dina makan tempat itu Kunkun yang berarti “ berleha-leha/bersantai “.
4).BUKIK CUKONG yang terdapat di Pasa Kabun Desa Pasar III Nata yaitu lokasi pemakaman orang-orang China seperti Lie Moo Kim , Tee Tjik Pio, Sam Lay Nio, Sho Tian Po dll.
5).MENAN - MENAN yaitu paragat perhiasan tempat pelaminan pengantin seperti angkin, gaja menong, can dey dan lainnya (bergabung dengan corak Minang).
6).TARI SALENDANG yaitu berasal dari Tari Ungko Baba yang dijadikan tarian di Ranah Nata.
7).SAGU JAO yaitu irama dendang sebagai ratatap dari seorang yang meratapi kematian seorang anaknya.
8).BAJU GUNTIENG CHINO yaitu sejenis kemeja tanpa kain kerah/kelepak baju.
C.BANGSA HINDUSTAN .
Kedatangan bangsa Hindustan belum didapatkan data kedatangannya, tetapi pada waktu pelantikan Raja kedelapan Tuanku Marah Ahmad Tuanku Pansiun tahun 1882, seorang bangsa Hindustani yang bernama Ahmeed Sharkanie bersama Si Tiuok menampil tarian kese nian Ranah Nata. Dari kedatangan bangsa Hindustani ( India) terdapat beberapa situs bangsa antara lain sbb.:
1).BA UPAH-UPAH yaitu suatu cara kepercayaan untuk menghimbau semangat yang telah pergi (ilang sumangek) dengan pembacaan mantra-mantra ala irama India.
2).DEWA yaitu seorang pemain Sinduang Simuntu Dayak yang memakai pakaian baju peri dengan bersayap seperti kupu-kupu dengan menari-nari menyongsong para pemain lainnya dalam permainan Sinduang.
3).ANDAM TATAK KODEY yang mengikis bulu-bulu dahi perempuan dengan menjurai kan rambut bagian muka dan dipotong rata, kemudian dihias dengan Tatak Kondey.
4).TARIAN RANAH NATA sebagian diajarkan oleh Ahmeed Sharkani Hindustani.
D.BANGSA SI PATOKAH ( PORTUGIS ).
Bangsa yang ketiga masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Portugis disekitar tahun 1492 - 1945, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1525 dan pada tahun 1775 membeli rempah (lada) di Taluok Balei , Pesisir Barat Ranah Nata. Karena panorama pelabuhan Ranah Nata mirip indahnya dengan Natal yang ada di Pro vinsi Durban Afrika Selatan, lalu Ranah Nata dinamakan Si Patokah dengan nama Natal. Dari masa kedatangan mereka terdapat beberapa situs antara lain:
1).CABANG yaitu sebuah penutup kelapa Pengantin yang terbuat dari emas, perak dan loyang terdiri dari 3 tingkat yang melambangkan “ Tungku Tigo Sajarangan “. Bentuk ini dicontoh dari topi baja bangsa Portugis yang diprakarsai oleh Ratu Ranah Nata yaitu PUTI JUNJUONG NAI MANGATAS.
2).GHAIN ARAB yaitu tata cara penyebutan huruf er ( R ) seperti penyebutan huruf Arab Ghain dan huruf penghabisan el ( L ) menjadi hilang.
contoh :Rayo ,Rancak,Sirah menjadi Ghayo,Ghancak dan Sighah.Kapal.Bantal,menjadi Kapa,Banta,kecuali bahasa yang baru atau bahasa luar Ranah Nata.
3).BAJU ROMPI yaitu baju bagian luar dari pakaian Baju Batabuoh dengan tanda tanda kebesaran Kontler yang dipasang dileher,bahu dan pinggir lengan baju.
4).BENTENG yaitu benteng pertahanan yang dibangun di Pasa Bentieng dengan ukuran besar, tetapi sekarang telah dijadikan tempat penyimapan ikan oleh penduduk.
E.BANGSA ULANDO (BELANDA)
Bangsa yang keempat masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Belanda yang di Ranah Nata dinamakan Ulando disekitar tahun 1632, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1829 mulai dikuasai oleh Konteler Belanda. Dari kedatangan bangsa Belnda terdapat situs-situs bangsa antara lain :
1).POHON MAHONI yang ditanam di sekeliling Lapangan Merdeka Nata dan pinggir jalan jalur NATAS (NATURA) bagian Utara,jalur NASIB (NATASEL) bagian Selatan , jalur NALIBANA (NATAMUR ) bagian Timur.
2).TANGSI HITAM yaitu lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan yang dibangun tahun 1864. Tetapi sekarang telah direnovasi dengan gaya baru.
3).KUBUO MADAM yang terdapat disamping rumah Dubalang Rajo Pasa Kabun Nata yaitu komplek Rumah nan Gadang Kerajaan Malako Ranah Nata.
4).SUMUO MULTATULI yang terdapat di Pokok Aru , Komplek Kantor Kontler Belanda disamping rumah kediaman Edward Douwwes Dekker ( Multatuli ).
5).RUMAH MULTATULI yaitu tempat kediaman Kontler Belanda Edward Douwwes Dekker di samping Sumur Multatuli.
6).KANTOR KONTLER yaitu komplek perkantoran Belanda , sekarang telah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Natal.
F.BANGSA ANGGAREY ( INGGERIS ) :
Bangsa yang kelima masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Inggeris disekitar tahun 1762, kemudian masuk kedua kalinya tahun 1775 dan bertahan di Ranah Nata dan pada tahun 1818 masuk Stanford Raffles. Pada tahun 1762, bangsa Inggeris mengadakan perundingan dengan Datu Besar Ranah Nata dan mereka menamakan Ranah Nata menjadi Natal. Situs-situs bangsa yang tertinggal di Ranah Nata antara lain sebagai berikut yaitu :
1).MERIAM RAFFLES yang terdapat di pinggir pantai dekat Tugu Proklamasi Kemerdekaan RI yang mengarah kelaut sebagai pengintai kapal yang muncul dari balik Ujuong Rakat Ranah Nata.
2).KUBUO ANGGAREY yang terdapat di Pasa Bentieng Jambuo Rao (jalan Buntu) di samping rumah mantan Dewan Nagari alm.H.Sutan Chaidir. Kini sudah rata dengan tanah karena telah dijadikan pertapakan rumah penduduk.
G.BANGSA SI PENDEK ( JEPANG ).
Bangsa yang terakhir masuk ke Ranah Nata adalah bangsa Si Pendek(Jepang ) disekitar tahun 1942 sampai dengan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) tgl.17 Agustus 1945. Bangsa Jepang meningalkan situsnya di Ranah Nata antara lain yaitu ;
1).BRAND KAS yang terdapat di halaman Sekolah Polisi pertama Sumatera Utara yaitu SD Negeri 142704 Natal yang kini mendambakan rehabilitasi pemugaran.
2).JALAN JAPANG yang dibangun disepanjang lereng perbukitan Kampung Bukik , Banjar Agam , Bukik Bandera dan Bukik Simungkuk hingga ke Karan, Pincuran Dewa.
3).LUBANG JAPANG yang terdapat di Simpang Sirah Bukik Taropong yaitu trowongan sampai kelaut dan perbatasan dengan Palak Taleh. Tetapi sekarang banyak orang yang tidak menemukannya karena sulitnya pencaharian lokasi.
4).BUKIK JAPANG yang terdapat di Bangey Guguong, Palak Taleh yaitu tempat berkebunnya orang-orang Jepang sambil mengintip musuh yang datang.
5).JAMBUOH NIPPON yang sekarang biasa disebut Jambuh Ipoh yang terdapat di hutan Kampung Sawah dan Patiluban Ranah Nata.
H.BANGSA INDONESIA ( NUSANTARA ).
Bangsa sendiri yang datang ke Ranah Nata untuk bergabung dan ikut serta membangun Ranah Nata adalah bangsa Indrapura , Ujung Gading, Bugis, Bengkulu , Aceh , Minangkabau dan etnis lain - lainnya. Berbagai macam situs etnis yang masuk dan dipakai dalam Sdat Istiadat dan Seni Budaya Ranah Nata antara lain sebagai berikut :
1.Kain Songket dari Palembang
2.Kain Songket dari Batubara
3.Salendang Bugih dari Sulawesi
4.Kain Samarenda dari Kalimantan
5.Kain Bugih dari Sulawesi
6.Kain Jao dari Jawa
7.Kain Batik dari Jawa
8.Kain Silungkang dari Minangkabau
9.Salendang Akbari dari Minangkabau
10.Kain Songket dari Bengkulu
11.Paragat Tujuoh dari Minangkabau
12.Sarewa Lambuok dari Minangkabau
13.Aguong dan Canang dari Minangkabau
14.Tari Pirieng dari Minangkabau
15.Tari Dabuy dari Aceh
16.Tari Payuong dari Minang
17.Tari Salendang dari Bengkulu
18.Makan Sirih dari Nias
19.Lagu Sikambang dari Sibolga
20.Badampieng dari Sibolga
21.Ikek dari Minangkabau
22.Saluok dari Minangkabau
23.Salendang Tanahliek dari Bengkulu
24.Badikie dari Aceh
25.Arak Kulilieng dari Aceh
26.Bagimda dari Aceh
27.Tari Duo Baleh dari Melayu
28.Ba Andam dari Melayu
29.Kupiah dari Aceh
Demikianlah beberapa situs bangsa-bangsa yang terdapat di Ranah Nata, baik bangsa dari luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maupun berbagai etnis suku Bangsa Indonesia yang ada di Ranah Nata, sebab Ranah Nata terdiri atas " LIMO DATUOK SALAPAN SUKU ".
Tareima kasih dan mohon tegur sapa perbaikan jika ada yang salah.
Senin, 04 April 2011
MISTERI NATAL
RANAH , ILMU & AGAM ( RIA ).
Berbagai artikel menyangkut Ranah, Ilmu & Agama
Dari berbagai sumber di editkoleksi oleh Shaff Ra Alisyahbana
Bismillahi , Assalamu ‘alaikum wa Rahmatu llahi wa Barakatuh.
Ba’dassalam, dalam rangka untuk salieng mengetahui berbagai sumber yang berbicara dengan Ranah , Ilmu & Agama ( RIA ), bersama ini kami tampilkan Rubrik “ RIA “ yaitu RANAH , ILMU & AGAMA yang di editkoleksi oleh Shaff Ra Alisyahbana dari sumber buku, majalah dan artikel.
Sebagai langkah awal kami persembahkan artikel dengan bentuk png yang berjudul “ MISTERI NATAL “ oleh Herbert W.Amstrong yang dimuat di dalam Majalah “. Untuk lebih jelasnya kamiBacaan Remaja “ nomor 4 tgl.16 Nopember 1995 di halam 12 – 16.
Banyak orang berkata bahwa Ranah Nata itu adalah Natal . Unytuk jelasnya silahkan baca berikut ini ….
Selamat Membaca !!!
Jadi , jelas sudah bahwa yang dikatakan Natal itu kan Merry Christmas kan ? Kenapa Pemerintah mendokumentasikan nama Ranah Nata itu jadi Natal yang diwariskan colonial Si Patokah ( Portugis ), sedangkan Ulando ( Belanda ) menamakannya Natar ?
Berbagai artikel menyangkut Ranah, Ilmu & Agama
Dari berbagai sumber di editkoleksi oleh Shaff Ra Alisyahbana
Bismillahi , Assalamu ‘alaikum wa Rahmatu llahi wa Barakatuh.
Ba’dassalam, dalam rangka untuk salieng mengetahui berbagai sumber yang berbicara dengan Ranah , Ilmu & Agama ( RIA ), bersama ini kami tampilkan Rubrik “ RIA “ yaitu RANAH , ILMU & AGAMA yang di editkoleksi oleh Shaff Ra Alisyahbana dari sumber buku, majalah dan artikel.
Sebagai langkah awal kami persembahkan artikel dengan bentuk png yang berjudul “ MISTERI NATAL “ oleh Herbert W.Amstrong yang dimuat di dalam Majalah “. Untuk lebih jelasnya kamiBacaan Remaja “ nomor 4 tgl.16 Nopember 1995 di halam 12 – 16.
Banyak orang berkata bahwa Ranah Nata itu adalah Natal . Unytuk jelasnya silahkan baca berikut ini ….
Selamat Membaca !!!
Jadi , jelas sudah bahwa yang dikatakan Natal itu kan Merry Christmas kan ? Kenapa Pemerintah mendokumentasikan nama Ranah Nata itu jadi Natal yang diwariskan colonial Si Patokah ( Portugis ), sedangkan Ulando ( Belanda ) menamakannya Natar ?
Sabtu, 02 April 2011
PUTERA DAERAH
PUTERA DAERAH
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Putera Daerah dalam istilah disebut Madani yaitu orang yang mengurus tanah kelahirannya sendiri di Sumatera Utara disebut Marsipature Hutana Be dan di Ranah nata disebut “ Mambolo Kampuong Ilaman “. Pada zaman dahulu disebut Pribumi secara Nasional.
Untuk memimpin suatu ulayat/wilayah atau daerah ataupun lembaga dan organisasi, kepemimpinannya lebih baik Putera Daerah. Itu adalah pendapat sebagian manusia ,tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya, termasuk saya. Supaya kepemimpinannya berjalan lancar dan didukung oleh masyarakat setempat, karena di sekelilingnya adalah sanak saudara dan kaum familinya. Putera daerah akan memelihara ranah kelahirannya sendiri, tetapi ada juga putra daerah yang membuat tanah kelahirannya semakin parah.
Saat sekarang ini kebanyakan Putera Daerah, sebut saja Parah membuat kampung halamannya semakin parah, karena tidak beradat istiadat atau berbudi luhur. Banyak Putra Daerah yang menjadi Kepala Desa (Kades) yang menja hannamkan ranah kelahirannya dan meluluh lantakkan ulayat nenek moyang nya sendiri karena dia bukanlah seorang Datuk yang bisa mengurus Daerah Tugas Kedaulatannya. Baik dia bersalah atau tidak, kaum famili di sekeliling nya akan membelanya sehingga dia tidak di salahkan lagi, sebab ada yang mengatakan tidak bersalah atau tidak boleh disalahkan.
Jangankan berbuat buruk, berbuat baik saja dia tidak melihat 3 orang yang disegani yaitu mertua, menantu dan ipar. Untuk memimpin disatu daerah / ulayat harus mempunyai Imtaq, Budi Luhur dan Beradat Istiadat dan tahu akan Daerah Tugas Keulayatan (DATUK) nya.
Tapi apa hendak dikata, karena kepemimpinannya berdasarkan dan ber modalkan uang, dipaksakan dia mencari uang dan memerlukan uang untuk mencapai sesuatu dan membenarkan sesuatu dengan kekuatan uang juga. Mayoritas Kades sekarang bukan berdasarkan Datuk, tapi berdasarkan pilihan dan bukan atas kesepakatan dalam rapat. Memilih haruslah memilah dan memilukan orang lain, agar dia bisa dan dapat dipilih karena pilihan uang, walaupun suara yang diperoleh berdasarkan jumlahnya uang pula. Dulu , Datuk itu diangkat berdasarkan hasil keputusan kerapatan adat, sebab memilih itu harus memilah siapa orang yang tahu di adat istiadat dan orang yang tidak memilukan masyarakat yang mengangkatnya.
Karena bukan berdasarkan kesepakatan, maka oknum tersebut tidak menge tahui adat istiadat, tanah ulayat bahkan tidak pernah mengikuti jalannya pelaksanaan beradat istiadat dalam acara Baralek. Menurut pendapat penulis , satu-satunya yang sudah di anggap Putera Daerah Yang Madani adalah Bapak Almarhum H.Sutan Bardansyah yang telah banyak berbuat untuk Ranah Nata. Betapa banyaknya Putra Daerah Ranah Nata yang menjadi PNS dan Aparat Pemerintah ketika beliau menjabat Sekwilda, Pak Kacili ( Aslim ) yang tidak tammat SD bisa diangkat menjadi PNS di Kandepdikbudcam Nata. Saya ingat ketika alm.Bapak Akoeb yang menjadi Kepala Kandepdikbud ( P & K ) di Kabupaten Tapanuli Selatan, abang saya Basyiran Batubara dan Hasnul Muhiddin dijemput dan ditanya mau jadi PNS dan jika mau datang mulai besok dan esoknya menerima Surat Pengangkatan Calon PNS. Sekarang terjadi tawar menawar besarnya “ uang mencalon “ yang hampir mencapai ratusan juta rupiah. Sekarang yang berhasil bukan orang pintar/pandai dan cendekiawan, tetapi adalah “ orang yang ber uang “. Kapankah uang terkembalikan kalau tidak harus KORUPSI dan paling tidak KORUPSI WAKTU. Apalagi mau jadi Pejabat Kepala Kantor atau Kepala Sekolah, Aahhhhh… entahlah ???
Demikian juga untuk menjadi seorang Penguasa haruslah “ Orang Kaya “, sebab harus “ Menabur Pesona dengan Uang “, karena dia minta pendukung dan harus calon Penguasa itu harus “ Ma Agie Kain Pandukuong “ untuk mengikuti masa “ Uang jadi Raja “ di zaman Era Globalisasi sekarang ini.
Sebenarnya, untuk memimpin suatu daerah itu bukan seharusnya Putra Daerah, tapi siapa saja bisa diterima asalnya dia berbekal Imtaq. Budi Pekerti yang baik dan mempunyai Niat Ikhlas serta mau belajar Adat Istiadat dimana dia memimpin karena pepatah mengatakan ; “ Dimano bumi di pijak , disitu langik di junjuong “. Tapi , pimpinan terendah sebagai Kades yang dulunya disebut Datuk tidak lagi memiliki sifat seorang Datuk yang mengurusi Daerah Tugas Kedaulatannya , karena tidak mengetahui seluk beluk adat istiadat. Bila dia mengetahui, tidak mungkin dia rela menggadaikan tanah adat atau meneri ma uang pago-pago dari perusahaan/pengusaha, karena dia tahu itu adalah milik desa yang diperuntukkan bagi masyarakat adat,guna untuk lahan pertain an atau tempat mencari hasil hutan sebagai mata pencahariannya guna memenuhi kebutuhan hidup dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.
Pengangkatan seorang Datuk dulunya berdasarkan kerapatan adat atau rapat desa dengan beberapa penilaian, tapi Kades berdasarkan pemilihan yang kadang mempergunakan uang untuk memperoleh suara yang terbanyak dan kadang ada pula yang tega membeli suara. Jika dia menang, orang-orang yang sudah dibeli suaranya tidak bisa bersuara lagi. Dia akan memilah siapa yang memilih dia dan yang tidak memilihnya dan akan memilukan bagi mereka.
Banyak sudah pilunya hati masyarakat karena seorang Kades tidak pernah memperjuangkan permohonan rakyatnya jika tidak ada apa-apanya untuk dia. Ingat !!! Kullukum ro’in ‘an rakyatihi “ Setiap pemimpin itu akan diminta per tanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya. Apakah mereka ini termasuk yang di firmankan Allah dalam Al-Qu”an yang mengatakan :
ﺃﻃﻴﻊﷲﻭﺃﻃﻴﻊﺍﻟﺮﺳﻭﻞﻭﺃﻟﻴﻸﻤﺮﻱﻤﻨﻜﻢ
Terserah !!!
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Putera Daerah dalam istilah disebut Madani yaitu orang yang mengurus tanah kelahirannya sendiri di Sumatera Utara disebut Marsipature Hutana Be dan di Ranah nata disebut “ Mambolo Kampuong Ilaman “. Pada zaman dahulu disebut Pribumi secara Nasional.
Untuk memimpin suatu ulayat/wilayah atau daerah ataupun lembaga dan organisasi, kepemimpinannya lebih baik Putera Daerah. Itu adalah pendapat sebagian manusia ,tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya, termasuk saya. Supaya kepemimpinannya berjalan lancar dan didukung oleh masyarakat setempat, karena di sekelilingnya adalah sanak saudara dan kaum familinya. Putera daerah akan memelihara ranah kelahirannya sendiri, tetapi ada juga putra daerah yang membuat tanah kelahirannya semakin parah.
Saat sekarang ini kebanyakan Putera Daerah, sebut saja Parah membuat kampung halamannya semakin parah, karena tidak beradat istiadat atau berbudi luhur. Banyak Putra Daerah yang menjadi Kepala Desa (Kades) yang menja hannamkan ranah kelahirannya dan meluluh lantakkan ulayat nenek moyang nya sendiri karena dia bukanlah seorang Datuk yang bisa mengurus Daerah Tugas Kedaulatannya. Baik dia bersalah atau tidak, kaum famili di sekeliling nya akan membelanya sehingga dia tidak di salahkan lagi, sebab ada yang mengatakan tidak bersalah atau tidak boleh disalahkan.
Jangankan berbuat buruk, berbuat baik saja dia tidak melihat 3 orang yang disegani yaitu mertua, menantu dan ipar. Untuk memimpin disatu daerah / ulayat harus mempunyai Imtaq, Budi Luhur dan Beradat Istiadat dan tahu akan Daerah Tugas Keulayatan (DATUK) nya.
Tapi apa hendak dikata, karena kepemimpinannya berdasarkan dan ber modalkan uang, dipaksakan dia mencari uang dan memerlukan uang untuk mencapai sesuatu dan membenarkan sesuatu dengan kekuatan uang juga. Mayoritas Kades sekarang bukan berdasarkan Datuk, tapi berdasarkan pilihan dan bukan atas kesepakatan dalam rapat. Memilih haruslah memilah dan memilukan orang lain, agar dia bisa dan dapat dipilih karena pilihan uang, walaupun suara yang diperoleh berdasarkan jumlahnya uang pula. Dulu , Datuk itu diangkat berdasarkan hasil keputusan kerapatan adat, sebab memilih itu harus memilah siapa orang yang tahu di adat istiadat dan orang yang tidak memilukan masyarakat yang mengangkatnya.
Karena bukan berdasarkan kesepakatan, maka oknum tersebut tidak menge tahui adat istiadat, tanah ulayat bahkan tidak pernah mengikuti jalannya pelaksanaan beradat istiadat dalam acara Baralek. Menurut pendapat penulis , satu-satunya yang sudah di anggap Putera Daerah Yang Madani adalah Bapak Almarhum H.Sutan Bardansyah yang telah banyak berbuat untuk Ranah Nata. Betapa banyaknya Putra Daerah Ranah Nata yang menjadi PNS dan Aparat Pemerintah ketika beliau menjabat Sekwilda, Pak Kacili ( Aslim ) yang tidak tammat SD bisa diangkat menjadi PNS di Kandepdikbudcam Nata. Saya ingat ketika alm.Bapak Akoeb yang menjadi Kepala Kandepdikbud ( P & K ) di Kabupaten Tapanuli Selatan, abang saya Basyiran Batubara dan Hasnul Muhiddin dijemput dan ditanya mau jadi PNS dan jika mau datang mulai besok dan esoknya menerima Surat Pengangkatan Calon PNS. Sekarang terjadi tawar menawar besarnya “ uang mencalon “ yang hampir mencapai ratusan juta rupiah. Sekarang yang berhasil bukan orang pintar/pandai dan cendekiawan, tetapi adalah “ orang yang ber uang “. Kapankah uang terkembalikan kalau tidak harus KORUPSI dan paling tidak KORUPSI WAKTU. Apalagi mau jadi Pejabat Kepala Kantor atau Kepala Sekolah, Aahhhhh… entahlah ???
Demikian juga untuk menjadi seorang Penguasa haruslah “ Orang Kaya “, sebab harus “ Menabur Pesona dengan Uang “, karena dia minta pendukung dan harus calon Penguasa itu harus “ Ma Agie Kain Pandukuong “ untuk mengikuti masa “ Uang jadi Raja “ di zaman Era Globalisasi sekarang ini.
Sebenarnya, untuk memimpin suatu daerah itu bukan seharusnya Putra Daerah, tapi siapa saja bisa diterima asalnya dia berbekal Imtaq. Budi Pekerti yang baik dan mempunyai Niat Ikhlas serta mau belajar Adat Istiadat dimana dia memimpin karena pepatah mengatakan ; “ Dimano bumi di pijak , disitu langik di junjuong “. Tapi , pimpinan terendah sebagai Kades yang dulunya disebut Datuk tidak lagi memiliki sifat seorang Datuk yang mengurusi Daerah Tugas Kedaulatannya , karena tidak mengetahui seluk beluk adat istiadat. Bila dia mengetahui, tidak mungkin dia rela menggadaikan tanah adat atau meneri ma uang pago-pago dari perusahaan/pengusaha, karena dia tahu itu adalah milik desa yang diperuntukkan bagi masyarakat adat,guna untuk lahan pertain an atau tempat mencari hasil hutan sebagai mata pencahariannya guna memenuhi kebutuhan hidup dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.
Pengangkatan seorang Datuk dulunya berdasarkan kerapatan adat atau rapat desa dengan beberapa penilaian, tapi Kades berdasarkan pemilihan yang kadang mempergunakan uang untuk memperoleh suara yang terbanyak dan kadang ada pula yang tega membeli suara. Jika dia menang, orang-orang yang sudah dibeli suaranya tidak bisa bersuara lagi. Dia akan memilah siapa yang memilih dia dan yang tidak memilihnya dan akan memilukan bagi mereka.
Banyak sudah pilunya hati masyarakat karena seorang Kades tidak pernah memperjuangkan permohonan rakyatnya jika tidak ada apa-apanya untuk dia. Ingat !!! Kullukum ro’in ‘an rakyatihi “ Setiap pemimpin itu akan diminta per tanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya. Apakah mereka ini termasuk yang di firmankan Allah dalam Al-Qu”an yang mengatakan :
ﺃﻃﻴﻊﷲﻭﺃﻃﻴﻊﺍﻟﺮﺳﻭﻞﻭﺃﻟﻴﻸﻤﺮﻱﻤﻨﻜﻢ
Terserah !!!
Jumat, 01 April 2011
KKN
KULILIENG KABUPATEN ranahNATA
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Kalou kito raun bakulilieng di calon Kabupaten ranahNata nan di pelok Kabupaten Pantie Barat Mandaelieng ( Pabarling ), banyak tadapek babarapo potensi nan manjadikan Kabupaten ko kayo,waloupun mungkin nan labieh kayo adolah Pangusaho, baiek bakabun,baladang,mambukak tambang atou lainnyo.
Manuruik buku Madina nan Madani nan dikarang dek Pak Drs Basyral Hamidy Harahap , di Kabupaten Madina banyak bahan galian sasuei jo laporan TJ Willer,mantan Asisten Residen Mandailing Angkola. Dari bahan galian di Madina tu tadapek bahan galian nan masuok ka Ulayat Ranah Nata antaro lain adolah sabagei barikuik :
1. Batubara di Desa Ranto Panjang ,Lubuok Kapunduong Kecamatan Muaro Batanggadih deposit kiro-kiro 11.000 ton dan Desa Gotieng Kecamatan Batangnata.
2. Gambuik di Desa Batahan Kecamatan Batahan.
3. Ameh di Sungei Batanggadih, Sungei Batangnata, Desa Sinunuokan Kecamatan Sinunukan.
4. Timbago di Sungei Batangnata nan mangalie ka Kecamatan Batangnata, Linggobayu dan Nata.
5. Perak di Desa Sungei Batang Lobu di Kecamatan Batangnata.
6. Mangan di Kecamatan Batangnata.
7. Serpetin di Desa Bangkelang Kecamatan Batangnata.
8. Talk di Desa Muarosoma Kecamatan Batangnata.
9. Batu mulia di Desa Muarosoma Kecamatan Batangnata.
10. Sarang Unggeh Layang (Walet) di Desa Tabuyuong, Ranto Panjang yaitu Sungei Pinang,Sibarasok, Gua Lombang jo Gua Dolok, Kecamatan Muaro Batanggadih.
Andei lakeh tagaknyo Kabupaten Pantai Barat Mandaelieng ( Pabarling ) tu, mungkin Kabupaten baru ko nan ka kayo rayo, talabieh panguaso jo pangusaho, bialah kito rakyat biaso ko jadi kuli di tanah kalahiran sandiri, asakan Ranah Nata maju,lanca jo kondusif. Itu, kalau panguaso atou pangusaho nan bahati baiek nan pandei batenggang raso kadakek masyarakat nan mawarisi tanah ulayat nenek moyangnyo tu, kok indak tantu “ Gigik Jari Sajo “.
Sabagei contoh nan jaleh, barapo lawehnyo tanah ulayat Ranah Nata nan alah di kuasoi dek Panguaso jo Pangusaho, barapo baru nan alah manjadi peserta petani plasma ??? Memang ado nan baciloteh mangecekkan plasma tu artinyo “ PALASEK MANANAM “. Sabananyo bukan dek palasek mananam, tapi modal untuk mambukak jo manaruko rimbo tu bana nan indak ado, waloupun nenek moyang ma untuokkan tanah ulayat tu untuok mancari hiduik dalam kahiduikpan diateh dunia ko. Wakatu daolu, banayak masyarakat nan jadi pancari rotan,kumanyan,kapuo,manou, ma arik kayu, malukah dan lain sabageinyo inggo ba malam di dalam rimbo tu, tapi kinin bahan-bahan mato pancarianko alah hilang ditandehkan dek parusahaan, baganti jo batang kelapa sawit.
Sapanjang jalan pantei barat alah panuoh dek tanaman kalapo sawit dan baik itu juo di rimbo-rimbo lainnyo nan ka manggadangkan namo Ranah Nata, tapi bukan punyo Ranah Nata.
Katiko panulis barado di Singkuang mambali oleh-oleh “ Salei Limbek “, si panjua salei limbek tu mangecekkan, salei limek tu datang dari Batang Kapeh, sadangkan nan tanamo adolah “ salei Limbek Singkuang “. Kok adolah urang Singkuang ko nan sakik dan ubeknyo adolah salei limbek, nan sakik tu na ka mati nyo lai, sabab si Singkuang indak ado balimbek lai. Kini pangabek bukan jo rotan lain, tapi baganti jo tali taiyin atou palastik, Untuonglah alah banyak masyarakat nan indak mampagunokan kumanyan,rotan atou kapuo, jadi indak tapangapo lai do.
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana
Kalou kito raun bakulilieng di calon Kabupaten ranahNata nan di pelok Kabupaten Pantie Barat Mandaelieng ( Pabarling ), banyak tadapek babarapo potensi nan manjadikan Kabupaten ko kayo,waloupun mungkin nan labieh kayo adolah Pangusaho, baiek bakabun,baladang,mambukak tambang atou lainnyo.
Manuruik buku Madina nan Madani nan dikarang dek Pak Drs Basyral Hamidy Harahap , di Kabupaten Madina banyak bahan galian sasuei jo laporan TJ Willer,mantan Asisten Residen Mandailing Angkola. Dari bahan galian di Madina tu tadapek bahan galian nan masuok ka Ulayat Ranah Nata antaro lain adolah sabagei barikuik :
1. Batubara di Desa Ranto Panjang ,Lubuok Kapunduong Kecamatan Muaro Batanggadih deposit kiro-kiro 11.000 ton dan Desa Gotieng Kecamatan Batangnata.
2. Gambuik di Desa Batahan Kecamatan Batahan.
3. Ameh di Sungei Batanggadih, Sungei Batangnata, Desa Sinunuokan Kecamatan Sinunukan.
4. Timbago di Sungei Batangnata nan mangalie ka Kecamatan Batangnata, Linggobayu dan Nata.
5. Perak di Desa Sungei Batang Lobu di Kecamatan Batangnata.
6. Mangan di Kecamatan Batangnata.
7. Serpetin di Desa Bangkelang Kecamatan Batangnata.
8. Talk di Desa Muarosoma Kecamatan Batangnata.
9. Batu mulia di Desa Muarosoma Kecamatan Batangnata.
10. Sarang Unggeh Layang (Walet) di Desa Tabuyuong, Ranto Panjang yaitu Sungei Pinang,Sibarasok, Gua Lombang jo Gua Dolok, Kecamatan Muaro Batanggadih.
Andei lakeh tagaknyo Kabupaten Pantai Barat Mandaelieng ( Pabarling ) tu, mungkin Kabupaten baru ko nan ka kayo rayo, talabieh panguaso jo pangusaho, bialah kito rakyat biaso ko jadi kuli di tanah kalahiran sandiri, asakan Ranah Nata maju,lanca jo kondusif. Itu, kalau panguaso atou pangusaho nan bahati baiek nan pandei batenggang raso kadakek masyarakat nan mawarisi tanah ulayat nenek moyangnyo tu, kok indak tantu “ Gigik Jari Sajo “.
Sabagei contoh nan jaleh, barapo lawehnyo tanah ulayat Ranah Nata nan alah di kuasoi dek Panguaso jo Pangusaho, barapo baru nan alah manjadi peserta petani plasma ??? Memang ado nan baciloteh mangecekkan plasma tu artinyo “ PALASEK MANANAM “. Sabananyo bukan dek palasek mananam, tapi modal untuk mambukak jo manaruko rimbo tu bana nan indak ado, waloupun nenek moyang ma untuokkan tanah ulayat tu untuok mancari hiduik dalam kahiduikpan diateh dunia ko. Wakatu daolu, banayak masyarakat nan jadi pancari rotan,kumanyan,kapuo,manou, ma arik kayu, malukah dan lain sabageinyo inggo ba malam di dalam rimbo tu, tapi kinin bahan-bahan mato pancarianko alah hilang ditandehkan dek parusahaan, baganti jo batang kelapa sawit.
Sapanjang jalan pantei barat alah panuoh dek tanaman kalapo sawit dan baik itu juo di rimbo-rimbo lainnyo nan ka manggadangkan namo Ranah Nata, tapi bukan punyo Ranah Nata.
Katiko panulis barado di Singkuang mambali oleh-oleh “ Salei Limbek “, si panjua salei limbek tu mangecekkan, salei limek tu datang dari Batang Kapeh, sadangkan nan tanamo adolah “ salei Limbek Singkuang “. Kok adolah urang Singkuang ko nan sakik dan ubeknyo adolah salei limbek, nan sakik tu na ka mati nyo lai, sabab si Singkuang indak ado balimbek lai. Kini pangabek bukan jo rotan lain, tapi baganti jo tali taiyin atou palastik, Untuonglah alah banyak masyarakat nan indak mampagunokan kumanyan,rotan atou kapuo, jadi indak tapangapo lai do.
Langganan:
Komentar (Atom)











































